Mengenal Dari Profesi Penunjang Pasar Modal

0
Ilustrasi Pasar Modal via koinworks com

KabarUang.com, Jakarta – Terdapat beberapa profesi yang jadi penunjang pasar modal yang menjadi pendukung kegiatan di Pasar Modal Indonesia sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 mengenai Pasar Modal, yaitu antara lain akuntan, lalu penilai, notaris dan juga konsultan hukum.

Profesi-profesi penunjang pasar modal hanya bisa melayani pelaku pasar modal apabila telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau yang disingkat dengan OJK dan juga memenuhi peraturan pasar modal Indonesia.

Mari kita jelaskan satu persatu. Pertama, untuk bagian akuntan. Akuntan yang berperan dalam memberikan pendapat kewajaran (opini) atas laporan keuangan perusahaan yang dibuat manajemen perusahaan yang bersangkutan, baik yang akan berencana untuk bisa go public ataupun perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya (listed) di bursa.

Baca Juga  Prinsip Pasar Modal Syariah yang Perlu Diketahui

Salah satu tugas pokok akuntan adalah melakukan audit atau juga penelaahan terbatas (limited review) atas laporan keuangan yang wajib disampaikan kepada regulator OJK dan Bursa Efek Indonesia yang kemudian dipublikasikan secara berkala oleh perusahaan kepada publik melalui media massa setiap kuartal, semester, serta tahunan. Opini dari akuntan yang menyertai laporan keuangan akan memberikan nilai tambah kepada laporan keuangan menjadi sangat wajar, andal, serta memiliki daya guna yang maksimal.

Baca Juga  Imbas Dari Kekhawatiran Lemahnya Permintaan, Harga Minyak Dunia Jadi Turun

Akuntan dapat memberikan opini terhadap laporan keuangan yang dipublikasi. Opini ini juga akan dapat menjadi acuan untuk menilai kesesuaian laporan keuangan perusahaan dengan Standar Akuntansi Keuangan serta peraturan yang berlaku serta menilai kelangsungan usaha perusahaan yang kemudian menjadi salah satu dasar pertimbangan stakeholder dalam mengambil berbagai banyaknya keputusan keuangan.

Terdapat empat jenis opini akuntan, yakni yang pertama Pendapat Wajar Tanpa Modifikasian, Pendapat Wajar Dengan Pengecualian, Pendapat Tidak Wajar, serta Tidak Menyatakan Pendapat.

Baca Juga  Kredit BNI Tumbuh 20 Persen Sepanjang Semester I-2019
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here