Melek Internet, Warga Desa Merintis Bisnis Kopi Online

0

KabarUang.com, Jakarta – Isman Aryanto Sultan (27 tahun), warga desa yang melek internet mencoba bisnis kopi secara online. Saat ini dia sudah satu tahun menjajakan kopinya lewat internet. Dia mulai berdagang online sejak internet masuk ke desanya di Walangsawah, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ilustrasi via Republikaonline

Meskipun terkendala sinyal, Ary masih mengambil peluang bisnis untuk memasarkan kopi yang berasal dari tanah kelahirannya. “Kopi ini saya ambil dari keluarga dan tetangga di Walangsawah,”ujar Ary dilansir republikaonline.com.

Bukan hanya dari Walngsawah, sebagian kopi lagi diambil dari kampung sekitarnya seperti Wulandoni, Boto dan Belek. Walangsawah harus ditempuh dalam dua jam perjalanan dari pusat Kota Kabupaten Lembata. Apabila berangkat dari Ibu Kota NTT, Kupang, Walangsawah harus ditempuh selama dua hari satu malam dengan kapal feri. Bisa juga dengan pesawat Transnusa agar perjalanan lebih cepat.

Baca Juga  Ririek Adriansyah Sinaga Resmi Diangkat Jadi Dirut Telkom

Dirinya mengatakan bisnis kopi ini dia rintis sendiri dari mulai pengeringan kopi, penggilingan hingga proses pengepakannya. Bungkus kopinya ia beli dari seseorang yang berjualan lewat instagram.

Sementara untuk cover yang ditempel di bungkus kopi itu dia gambar sendiri. “Karena di sini biaya cetak stiker atau kertas untuk label mahal, jadi saya memilih untuk gambar sendiri dulu,”jelasnya.

Proses pengeringannya berjalan dengan mulus, katanya. Pasalnya cuaca NTT cukup mendukung, panas. Bahkan dengan suhu itu membuat kadar air kopinya semakin minim yang membuat kualitasnya semakin berkualitas. “Kopi disini enak tapi cari yang pengolahannya masih tradisional,”ujarnya.

Baca Juga  Ruangguru Akan Menjelma Menjadi Unicorn Hingga Dua Tahun Kedepan

Dirinya menjual kopi melalui Facebook, Instagram dan aplikasi pertemanan Whatsapp. Ary memberi nama merk kopinya dengan nama “Tubrik Rumpu-Rampe”. Nama ini dia ambil dari nama olahan sayuran yang ada di Flores.

Dirinya mengaku, lewat jejaring sosial ia mampu menjual kopinya hingga ke Ibu Kota. “Saya jual sampai ke Jakarta,”paparnya.

Penjualannya yakni 30 bungkus per bulan. Berat kopi per bungkusnya yakni 150 gram. Dia jual dengan harga Rp 35 ribu untuk kopi bubuk, sedangkan yang roasting dijual dengan harga Rp 25 ribu. Harga itu belum termasuk ongkos kirim. Selain berjualan secara online, Ary juga membuka kedai kopi. “Saya juga buka kedai di kota, peminatnya lumayan,”ujarnya.

Baca Juga  Ada Beberapa Pekerjaan Yang Sekiranya Cocok Untuk Sampingan Saat Libur Lebaran

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here