Kementan Amankan Stok Cabai Saat Musim Kemarau

0

KabarUang.com, Jakarta – Kementrian Pertanian (Kementan) terus melakukan upaya untuk mengamankan stok cabai saat musim kemarau. Langkah kongkretnya dimulai dari perbaikan produksi hingga pasca panen cabai gencar dilakukan Kementan. Saat ini kebutuhan untuk Jabodetabek telah diinventasrisir potensi produksinya.

Ilustrasi via KabarTani

“Lahan cabai memang banyak yang terdampak kekeringan, sehingga berpengaruh terhadap produksi. Bleum lagi imbas dari jatuhnya harga cabai beberapa waktu yang lalu yang berlangsung cukup lama membuat petani tidak optimal merawat tanamannya,”ungkap Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto saat menlakukan monitoring cabai di lahan cabai Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, dilansir detikfinance.com.

Baca Juga  Harga Cabai Terus Melonjak, Pedagang Pasar International Akui Alami Kerugian

Beliau mengatakan bahwa Kementan sudah melakukan serangkaian upaya taksis, strategis dan komprehensif. Misalnya melakukan pengoptimalan bantuan sarana pengairan, memaksimalkan panen, pengawalan sentra produksi, hingga melakukan konsolidasi dengan petugas dinas pertanian dan petani di sentra utama.

Menurut Dirjen yang akrab dengan sapaan Anton ini, pihaknya akan terus memacu pengembangan varietas cabai lokal. Tentunya yang tahan terhadap berbagai cuaca dan gangguan OPT.

“Produksi cabai varietas lokal akan kami tingkatkan karena terbukti pada saat kemarau seperti ini bertahan dibanding jenis hibrida. Bahkan cabai lokal di Leces ada yang bertahan panen sampai 25 kali. Petani setempat menyebutnya dengan Cabai Patalan,”jelasnya.

Baca Juga  Gapki : Produksi Sawit Tahun 2020 Menurun

Untuk mendorong pertumbuhannya, benih-benih lokal tersebut harus segera disertifikasi dan dikomersialkan sebagai benih unggul bermutu. Nantinya, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Jawa Timur akan mengawasi selama proses berlangsung.

Di tempat yang sama juga, Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman mengaku dirinya siap memberikan bantuan berupa benih unggul. Hal ini dilakukan agar menjaga stabilitas produksi cabai di musim kemarau.

“Untuk jangka pendek kita berikan benih unggul hibrida untuk ditanam sebagai percontohan. Kita berikan petani benih yang produksinya tidak kalah dengan cabai lokal. Benih cabai harus bebas dari penyakit biar hasil panennya maksimal. Benih cabai yang dihasilkan dari pertanaman bisa erpotensi terinfeksi penyakit atau dikenal dengan seed born disease,”tutupnya.

Baca Juga  Nilai Tukar Petani Naik Sejalan dengan Kesejahteraan Petani yang Meningkat
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here