Karawang Kena Kebocoran Minyak dan Gas, Pertamina Tampung Data Kerugian Masyarakat

0
ilustrasi via regional kompas com
ilustrasi via regional kompas com

KabarUang.com , Jakarta – Sebulan setelah kebocoran minyak dan gas di sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) di lepas pantai Karawang, Jawa Barat, PT Pertamina menyebut belum bisa memastikan penyebabnya. Kendati demikian saat ini, pihaknya sedang menampung data kerugian masyarakat yang terkena dampak, kata VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Karliansyah, menyebut setidaknya 12 desa di Karawang dan Bekasi serta tujuh pulau di Kepulauan Seribu, terkena dampak tumpahan minyak Pertamina.

“Itu ada Pulau Air, Pulau Untung Jawa, Bidadari, Lancang, Pulau Rambut, Pulau Damar,” kata Karliansyah kepada Quin Pasaribu .

“Belum (bisa dipastikan luasannya), karena berubah terus tergantung pasang gelombang laut,” tukasnya.

Ia pun sangat berharap akhir Agustus ini proses penutupan sumur yang bocor itu rampung dilakukan Pertamina. Sebab, jika proses perbaikan makin lama, sebaran minyak akan meluas.

Baca Juga  Mulai Bulan November, Twitter Resmi Larang Iklan Politik di Social Medianya

“Kalau minyak itu sampai tenggelam di laut, ada biota yang terpengaruh seperti terumbu karang bisa terpengaruh,” jelasnya.

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, menjanjikan penanganan kebocoran sumur minyak dan gas di lepas pantai Karawang, rampung pada akhir September dengan melibatkan perusahaan dari AS, Boot & Coots.

Proses perbaikan, kata dia, membutuhkan waktu lama karena pengerjaannya yang sulit, di mana mereka harus mengebor satu sumur bantuan hingga kedalaman 2.700 meter atau mendekat sumur yang bocor. Nantinya, sumur yang bocor itu akan dimasukkan lumpur berat supaya tekanan gasnya hilang. Setelah itu, ditutup dengan semen.

“Sekarang prosesnya mencapai kedalaman 1.400 meter. Kita estimasikan sekitar delapan minggu sejak dilakukan pengeboran,” ujar Fajriyah Usman kepada BBC Indonesia.

Hingga saat ini, sumur YYA-1 masih mengeluarkan semburan minyak. Kendati seberapa banyak, belum bisa dipastikan. Dari analisa pandangan mata, menurut Fajriyah, minyak yang keluar dari sumur mulai berkurang.

Baca Juga  Bali Kini Sudah Punya 6 Bendungan Kata Menteri PUPR

“Dari akhir Juli, likuid yang keluar dari sumur berkurang drastis. Tidak sekuat awal-awal,” ujarnya.

Sementara itu, area anjungan lepas pantai Karawang masih tersisolasi. Itu mengapa pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab sumur gas dan minyak tersebut bocor. Sumur minyak YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) lepas pantai Karawang ini ditargetkan beroperasi pada September mendatang dengan jumlah produksi perharinya 3000 barrel.

Kendati ia memastikan, ketika peristiwa itu terjadi, Pertamina belum sampai pada tahap eksplorasi. Tapi baru pada tahap “membuka sumur”.

“Investigasi masih dilakukan. Karena di sana masih diisolir. Kita belum bisa ada yang masuk. Peralatan untuk memonitor ada di sana, ditinggalkan.”

“Jadi belum dipasang peralatan pompa supaya produksi minyak sesuai target,” tukasnya.

Baca Juga  Jelang Akhir Tahun, BI Siapkan Uang Tunai Sekitar Rp 100 Triliun

Pasca insiden 12 Juli itu, Pertamina telah “menangkap” setidaknya 4000 barrel tumpahan minyak dengan menggunakan jala dan oil boom sepanjang 500 meter yang dipasang dari anjungan.

“Di laut pakai oil boom yang bentuknya melingkar dan statis. Kita langsung hadang di 500 meter dari anjungan dengan oil spill yang melingkar. Ada juga yang moveable , artinya disangkutkan di dua vessel nanti dibawa oil boom,” jelasnya.

Setelah peristiwa itu pula, Pertamina telah mendirikan pos pengaduan dan kesehatan untuk masyarakat yang terkena dampak. Total ada enam posko yang dioperasikan di Jembar Jaya, Sungai Buntu, Sedari, Tambak Sari, dan Kepulauan Seribu.

Sedangkan proses ganti rugi kepada masyarakat dan kerugian yang diderita Pertamina, akan ditangani oleh Komite yang berisi Pertamina Hulu Energi ONWJ dan pemerintah daerah. “Masih on – process ,” katanya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here