Ini Tanggapan Dahlan Iskan Soal Cepatnya Pemindahan Ibu Kota

0

KabarUang.com, Jakarta – Pindahnya Ibu Kota yang bukan hanya wacana belaka karena Presiden Jokowi sudah menentukan lokasi pemindahannya. Nantinya Ibu Kota akan dipindahkan ke Kalimantan Timur. Tepatnya di sebagian Kabupaten Paser Penajam Utara (PPU) dan sebagian lagi di Kabupaten Kutai Kertanegara. Mengenai pemindahan ini banyak menuai pro dan kontra. Salah satu yang memberikan tanggapannya yakni mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Ilustrasi via Bizlaw

Beliau mengatakan bahwa pemindahan Ibu Kota sangat cepat. “Bapak Presiden Jokowi sendiri yang mengumumkannya. Senin lalu. Dalam event yang khusus dibuat untuk mengumumkan lokais itu. Sudah pasti itu. Kecuali yang ujung Teluk Balikpapan tersebut,”ungkap Dahlan Iskan pada Kamis (29/8) dilansir detikfinance.com.

“Dan itu hanya bisa dilakukan oleh seorang presiden asal Solo Pak Jokowi. Cepatnya bukan main. Akan lebih cepat dari proyek apa pun. BSD pun memerlukan waktu lebih 15 tahun. Ibu kota baru kita itu hanya perlu waktu waktu lima tahun. Dari gagasan, sampai perencanaan, proses lgal, administrasi, pendanaan sampai bisa ditempati. Saya begitu kagumnya,”ungkapnya.

Baca Juga  Jamaah An-Nadzir Sholat Idul Fitri (Ied) 1440 Hijriah Hari Ini

Pembangunan yang dimulai dari 2020 kemudian pada 2024 Istana Negara dan 34 gedung keemntrian sudah ditargetkan selesai. Ini sangat cepat dalam pandangan Dahlan. “Artinya, gedung-gedungnya sudah jadi. Jalan-jalan rayanya sudah terhampar. Saluran-saluran air sudah selesai. Listrik-telepon-air-bersih sudah beres,”tambahnya.

Dia juga mengibaratkan pemindahan Ibu Kota ini seperti Pedomo Group yang akan membangun super block Central Park. Seperti Sinar Mas yang akan membangun Bumi Serpong Damai, atau bahkan Lippo Group yang akan membangun Meikarta. Sangat fleksibel.

Baca Juga  Genjot Perekonomian Jawa Barat, Kang Emil Gandeng Tokopedia

“Bukan main fleksibelnya. Sudah seflesibel perusahaan. Seolah seperti bukan program sebuah negara. Apalagi negara demokrasi,”tulisnya dalam sebuah blok dilansir dari disway.id.

Malah dia mengatakan pindahnya Ibu Kota ini sudah lebih dari perusahaan properti. Sebab dia menganggap bagi perusahaan yang ingin melakukan sesuatu biasanya harus meminta persetujuan pemegang saham dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Ini sudah mirip sebuah perusahaan kelurga,”ungkapnya.

Bahkan lokasi yang dibuat begitu strategis hingga waktu pembangunannya yang begitu presisi seolah bertentangan dengan realitas birokrasi yang masih lamban. Bagi dia yang tidak suka birokrasi hal ini membuatnya tergelitik.

Baca Juga  Resmi Berkantor di Setiabudi Jakarta, Alumni Universitas Hasanuddin Reuni Dalam Wadah Koperasi Alumni Unhas (Kopalumni Unhas)

Dahlan mengaku jika proses pengadaan Ibu Kota baru ini jadi, ini akan menjadi terobosan terbesar dalam sejarah birokrasi. “Begitu pasti. Begitu cepat. Orang yang ‘benci’ birokrasi seperti saya senang sekali mendengarnya. Begitu kilatnya,”cuit Dahlan.

Selain itu, beliau juga menyinggung soal skema yang dibuat pemerintah dalam membangun Ibu Kota Baru tersebut. “Wow! Skema yang snagat menarik. Tidak perlu banyak anggaran negara. Sangat menarik dilihat dari kacamata bisnis. Ini terobosan yang belum pernah terjadi,”tuturnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here