Ini Saran Wapres JK untuk Pihak PLN terkait Masalah Padam Listrik

0

KabarUang.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat menyayangkan insiden padamnya listrik total di wilayah Jabotabek, Banten dan Jawa Barat. Jusuf Kalla memberikan tanggapannya soal masalah ini.

Beliau menyarankan agar kedepannya PLN dapat melanjutkan proyek transmisi High Voltage Direct Current (HVDC) 500 kV Sumatera Jawa. Selain itu dia juga menyarankan untuk melanjutkan proyek transmisi kabel bawah laut yang pernah dibatalkan.

Ilustrasi via KepriAntaranews.com

Dirinya menjelaskan dengan adanya HVDC Sumatera – Jawa itu diharapkan menjadi solusi jika pembangkit di wilayah timur mengalami gangguan. Hal ini juga bertujuan agar pasokan listrik tetap aman dari wilayah Barat atau Sumatera.

“Sistem energi itu harus bertingkat, harus punya pengaman, harus lebih tinggi cadangannya. Itu bagaimana ada Sumatera-Jawa GRID jadi tersambung itu kabel bawah laut. Sehingga kalau ada masalah di Jawa Barat terputus dengan Jawa Timur, ada dari Sumatera,”saran JK yang ditemui di kantor Wapres RI, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (6/8) dilansir tribunnews.com.

Baca Juga  Ternyata Ini Penyebab Gedung Perkantoran Banyak Kosong di Jakarta

Wapres JK menuturkan dibatalkannya proyek Sumatra-Jawa Grid karena pihak PLN menganggap pasokan listrik di Pulau Jawa tercukupi. Namun kenyataannya kebutuhan listrik berkembang dengan banyaknya pendudukan dan pelayanan publik.

“PLN harus bikin lagi. Setidaknya 6.000 (Mega Watt/MW), terus menerus hingga jadi 30.000 MW minimum. Kalau tidak penduduk bertambah berapa? Industri bertambah, bahkan semua orang di kantor Lurah pun pake AC,”ujarnya.

Insiden padamnya listrik berjam-jam itu adalah efek domino (domino effect) dari rusaknya transmisi. Kemudian merambat ke transmisi yang lain. JK berasumsi bahwa saat itu pihak PLN tidak segera mengatasi kerusakan transmisi pertama.

Baca Juga  Ini Hadiah untuk Guru Honorer dari Menteri Pendidikan

“Jawa Barat dan DKI Jakarta bebannya melibihi kapasitas. Sama seperti Anda punya rumah, kalau beban melebihi kapasitas langsung konslet, turun sekringnya. Begitu juga ( di tingkat nasional), beban besar jatuh ke satu pembangkit lalu jatu lagi di pembangkit lain. Itulah listrik,”tambahnya.

“Jawa Barat dan DKI Jakarta bebannya melibihi kapasitas. Sama seperti Anda punya rumah, kalau beban melebihi kapasitas langsung konslet, turun sekringnya. Begitu juga ( di tingkat nasional), beban besar jatuh ke satu pembangkit lalu jatu lagi di pembangkit lain. Itulah listrik,”tambahnya.

Baca Juga  Gubernur Sulsel Janji Semua Siswa Punya Laptop Saat UNBK Tahun Depan

Seperti yang kita ketahui, pihak PLN membantah soal dugaan sabotase yang menyebabkan listrik padam. Excecutive Vice President Corporate Communication & PLN I Made Suprateka mengatakan bahwa saluran udara tegangan extra tinggi (SUTET) 500 kV di Ungaran-Pemalang berdekatan dengan pohon tinggi yang lebih dari 9 meter.

Pihaknya mengatakan pohon itu yang membuat hubungan singkat listrik itu terbakar, sehingga mengakibatkan jaringa transmisi rusak fatal.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here