Indonesia Gaet Jepang untuk Kembangkan Green Energy

0

KabarUang.com, Jakarta – Indonesia menggaet Jepang untuk kembangkan green energy (energi hijau) yang berkelanjutan. Salah satunya berbasis kelapa sawit. Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kepada Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Hiroshige Seko.

“Kita minta Jepang mendukung adanya standar yang digunakan oleh industri kepala sawit kita, Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), tidak menggunakan semata-mata standar lain yang seperti Roundtable Suistanable Palm Oil (RSPO),”ungkapnya Jonan dilansir detikfinance.com.

Ilustrasi KabarEnergi

Jonan mengatakan pada dasarnya pihak Jepang sudah menyepakati usulan dengan membentuk tim yang akan melakukan studi teknis lebih lanjut.”Jadi respons pihak Jepang juga sepakat, jadi mereka akan studi secara teknis bersama tim Indonesia,”tambahnya.

Baca Juga  Pasca Investasi Shinhan GIB Valuasi Bukalapak Naik Menjadi Rp35 Triliun (USD2,5 Miliar)

Pada kunjungannya, Menteri ESDM didampingi oleh Dubes Indonesia Arifin Tasrif, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Laode Ida Dirjen Baru. Selain itu hadir pula Dirjen Energi aru Terbarukan dan Konservasi Energi FX Sustijastoto. Dua lagi yang turut hadir ialah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kepala Sawit (BPDP KS) DonoBoestami dan Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia MP Tumanggor.

Kepala BPDP KS Dono Boestomi juga mengatakan bahwa sudah semestinya Jepang juga menggunakan ISPO karena mendatori wajib bagi pengusaha-pengusaha sawit Indonesia. “Sementara RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oipl) itu lebih voluntary serta sukarela sifatnya.

Baca Juga  [Infografik] Data Komitmen Provinsi Laksanakan Moratorium Sawit

Selain itu, Komisioner ORI Laode juga mengatakan bahwa pengelolaan perkebunan kepala sawit di Indonesia tidak lagi melanggar prinsip lingkungan. “Indonesia tidak lagi menolelir pengembangan perkebunan kelapa sawit yang tidak memperhatikan langkah,”ungkapnya.

Menteri Meko yang mengetahui soal itu mengatakan untuk meneruskan permintaan ini kepada tim teknis METI yang akan melakukan verifikasi. “Semua masukan ini sangat berarti bagi kami. Selanjutnya tim teknis METI akan berkunjung ke Indonesia untuk melihat secara langsung pengelolaan sawit di Idonesia,”tambah Eko.

Baca Juga  Ini Bank-Bank Syariah Yang Mendanai Proyek Kawasan Industri Halal Terbesar di Indonesia
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here