15 Juta Pengguna BPJS Kesehatan Masih Nunggak!

0

KabarUang.com, Jakarta – Direktur Keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kemal Imam Santoso mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 15 juta pengguna BPJS menunggak. Menunggaknya pembayaran iuran yang dilakukan pengguna BPJS menyebabkan defisit BPJS Kesehatan tahun ini sebesar Rp 28,5 triliun.

Ilustrasi via MerahPutih

“Saat ini sekitar 15 juta orang (yang menunggak),”ungkap Kemal di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/8) dilansir liputan6.com.

Proyeksi defisit tahun ini diperkirakan sekitar Rp 28,5 triliun. Angka ini didapat dari sisa penambalan tahun lalu sebesar Rp 9,1 triliun dan khusus tahun ini sebesar Rp 19 triiun. “Estimasi kita pada current runing seperti ini Rp 28,5 triliun. Ini carried dari tahun lalu Rp 9,1 triliun plus yang ada tahun ini kan Rp 19 triliun,”ungkapnya.

Baca Juga  Ini Kata Erick Thorir Bagi yang Ingin Jadi Bos BUMN!

Demi mengurangi jumlah defisit, pihak BPJS akan melakukan pendataan ulang peserta yang selama ini belum melakukan pembayaran secara disiplin. Selain itu pula, pihaknya akan mendata peserta yang tidak lagi masuk dalam keanggotaan atau sudah meninggal dunia (cleansing data).

Cleansing data ini masalah teknis ya terus setiap hari kita cleansing data. Proses data cleansing kan tidak sekali kita lakukan. Ini tiap hari kita. Anda kalau ke Puskesmas, atau ke kantor BPJS selalu ditanya apakah statusnya berubah, nomor HP berubah dan sebagainya,”jelasnya.

Baca Juga  Harga Pangan Jelang Ramadan Naik Salah Satunya Bawang Putih Dijual Rp59.529/Kg

Selain itu, BPJS juga akan menindaklanjuti hasil audit dari BPKP yang dilakukan pada akhir 2018. Diantaranya yakni perbaikan data peserta, perbaikan manajemen dan bentuk pelayanan terhadap masyarakat.

“Saya kira ini sudah jelas bahwa BPJS itu perlu menindaklanjuti hasil audit BPKP yang dilakukan pada akhir 2018. Ada serangkaian yang harus kita lakukan dan tentu ini membutuhkan koordinasi dengan kemenkeu, kementrian dalam negeri, dengan kementrian kesehatan dengan pemda, termasuk swasta,”paparnya.

Baca Juga  Iuran BPJS Naik, JK Bilang Masih Mahal Rokok dan Biaya Pulsa
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here