Uni Emirat Perkirakan Akan Memberi Investasi Sebanyak USD 5 Miliar

0
ilustrasi via merdeka com
ilustrasi via merdeka com

KabarUang.com , Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan, komitmen tinggi Pemerintah Persatuan Emirat Arab (PEA) untuk menamkan investasinya di Indonesia pada beberapa sektor. Diperkirakan kuncuran investasi tersebut mencapai lebih dari USD 5 miliar. 

“Sesuai arahan Bapak Presiden menginginkan investasi dari Uni Emirates Arab khususnya dan Timur Tengah, adanya investasi yang besar tidak hanya dari sektor migas saja, tapi sektor yang lain. Kira-kira targetnya total mencapai di atas USD 5 miliar. Ini sedang dibicarakan,” kata Menteri Jonan saat melakukan pertemuan bilateral lanjutan bersama Menteri Energi dan Industri PEA Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei.

Baca Juga  Indonesia Mulai Buka Impor Daging Ayam Potong Dari Brasil, Karena Akhiri Sengketa WTO

Menurut Jonan, UEA juga berminat untuk menjajaki kerja sama di sektor lain. Adapun sektor yang disasar selain energi, antara lain infrastruktur, keuangan hingga pariwisata. Langkah ini diklaim dapat membantu upaya pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan di Indonesia.

“Kerja samanya kita coba tingkatkan. Tidak harus di bidang migas dan pertambangan. Misalnya infrastruktur, sektor keuangan, pariwisata atau pembiayaan UKM,” jelasnya. 

Respons senada juga ditunjukkan Pemerintah PEA yang menunjukkan keseriusannya berinvestasi di Indonesia. “Kami tidak melihat untuk investasi yang kecil di sini, kami kumpulkan investasi bersama dikombinasikan dalam sebuah rencana aksi nilainya hingga multi billion dollar untuk investasi UEA ke Indonesia,” tutur Menteri Suhail.

Baca Juga  Center of Reform on Economics Prediksi Defisit Anggaran Indonesia Akan Membengkak Hingga Rp 300 T

Pemerintah PEA, ungkap Menteri Suhail, mengungkapkan Indonesia punya potensi perekonomian luar biasa. “Indonesia masuk sebagai 16 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Bahkan berpotensi menjadi 10 besar dunia,” ungkap Menteri Suhail.

Salah satu potensi kerja sama yang bisa digarap adalah di sektor hulu minyak dan gas (migas). Terutama dengan Pertamina dalam rangka meningkatkan produksi migas Indonesia. “Persatuan Emirat Arab berharap berdiskusi dengan Pertamina tentang peningkatan investasi dan mengembangkan lebih banyak lapangan migas demi meningkatkan produksi migas,” ujar Menteri Suhail.

Baca Juga  Menteri Susi Minta 10% Saham Jika Berhasil Kalahkan Bos Facebook

Selain itu, PEA juga menunjukkan ketertarikan menjalankan bisnis di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Apalagi Uni Emirat Arab memiliki perusahaan yang bergerak di industri EBT, yaitu Masdar. “Kami memiliki perusahaan bernama Masdar, yang telah berinvestasi di banyak negara, mereka adalah pemimpin dan mempunyai kemampuan untuk menekan biaya energi terbarukan,” katanya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here