Tingkatkan Daya Saing, Industri Keuangan Indonesia Harus Berkolaborasi Dan Terintegrasi

0
ilustrasi via beritamoneter com
ilustrasi via beritamoneter com

KabarUang.com , Jakarta – Industri keuangan di Indonesia harus berkolaborasi dan menghasilkan layanan terintegrasi. Tren nasabah khususnya menengah ke atas akan membandingkan kemudahan layanan serupa di negara lain seperti Singapura.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, industri keuangan di Indonesia harus kompetitif. Kolaborasi pelaku industri keuangan dibutuhkan karena kondisi sekarang ini menurutnya masih terkotak-kotak. Contohnya, nasabah bank harus buka rekening pasar modal yang terpisah. Padahal, riset mengungkap bahwa nasabah Indonesia lebih suka melihat investasinya terkonsolidasi. 

“Berbeda dengan negara lain, nasabah Indonesia lebih suka lihat semua portofolio investasinya dalam satu platform. Sektor jasa keuangan di Indonesia harus bersatu. Nasabah tidak puas dengan pilihan deposito di Indonesia saja atau hanya obligasi saja,” ujar Parwati dalam acara Bank OCBC NISP Coffee Morning Talk bertema “Sinergi, Kunci Penting Bangun Industri Keuangan Kompetitif” di Plataran Menteng, Jakarta.

Baca Juga  Pentingnya Persiapan Dana Pensiun, Survey Menyatakan 63% Masyarakat Khawatir Akan Hal Ini

Pertumbuhan produk perbankan kini hanya setengah dari pertumbuhan produk off balance sheet atau yang tidak dikelola langsung oleh bank. Karena itu perbankan harus berkolaborasi bahkan dengan fintech atau layanan digital lainnya. Nasabah juga membutuhkan produk dengan kurs selain rupiah dan akses ke produk keuangan asing. 

“Kita harus bisa bekerjasama untuk solusi keuangan yang kompetitif. Bahkan layanan digital tidak cukup cek saldo dan transfer, karena itu sudah standar. Kami ingin produk untuk berinvestasi dan nasabah bisa memantaunya, serta switching investasinya. Ini yang terus kami tingkatkan dengan jaringan regional. Kami berbagi informasi antar wilayah,” ujarnya.

Baca Juga  Green Financing Menjadi Salah Satu Strategi OCBC NISP Tahun Depan

Pada tahun 2020 juga diperkirakan masyarakat kelas menengah akan mencapai 141 juta orang atau menguasai 53% dari total populasi. Perubahan besar ini akan menjadi bonus demografi dari populasi Indonesia untuk mendukung pertumbuhan industri keuangan di Indonesia. 

Ditambah dengan perkembangan digitalisasi yang mendorong transparansi informasi dan akses yang semakin luas untuk mendapatkan pilihan portofolio keuangan yang bervariasi, tidak hanya di pasar lokal melainkan juga hingga pasar global.

Solusi keuangan terintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang menjadi kunci utama dalam meningkatkan keunggulan kompetitif dari industri keuangan Indonesia. Dengan solusi keuangan terintegrasi, industri keuangan Indonesia akan mampu memberikan solusi yang lengkap bagi nasabah untuk melakukan investasi di Indonesia. 

Baca Juga  8 Juta Pebulan? Ini Dia Pajak Untuk Gaji Fresh Graduate

“Jika Indonesia mampu menyediakan layanan satu pintu untuk berbagai produk investasi, hal tersebut akan menjadi salah satu keunggulan karena memasilitasi nasabah dengan kemudahan dan kenyamanan dalam memilih dan mengelola investasinya,” tambah Parwati.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here