Tak Ada Lagi Masalah Di Tata Niaga, Harga Garam Tapi Tetap Anjlok

0
Ilustrasi Garam via hellosehat com

KabarUang.com, Jakarta – Kementerian Koordinator Kemaritiman telah mengatakan tidak ada masalah dalam tata kelola niaga garam meskipun nantinya harga garam petani di Cirebon anjlok menjadi dikisaran Rp300 dari harga ideal Rp1.000 per kilogram.

Deputi II Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan juga Jasa Kemenko Maritim Agung Kuswandono mengatakan harga garam rakyat yang rendah adalah untuk garam dengan kualitas rendah atau kategori K2 dan juga K3. Sementara garam rakyat dengan kualitas baik atau K1 sudah diserap oleh PT Garam dan perusahaan importir yang telah bisa menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Perindustrian.

Baca Juga  Pemerintah Perkirakan Akan Mendapat Penerimaan Cukai Rp179 T

Agung juga meminta petani garam yang bisa harganya anjlok untuk bisa meningkatkan kualitas garamnya supaya dapat diserap PT Garam dan juga perusahaan melalui kementerian.

“Dari petambak garam langsung diserap oleh PT Garam sebesar sekian ratus ribu ton. Sisanya oleh Kementerian Perindustrian sudah ada MoU dengan pengusaha yang selain PT Garam dan sudah 90 persen terserap,” kata Agung Kuswandono di kantornya, Jakarta, Jumat 12 Juli 2019 seperti dikutip dari Okezone com.

Baca Juga  Neraca Perdagangan Diperkirakan Surplus Tipis pada Juni

“Jadi, sisanya tinggal 10 persen, sekitar seratus ribuan ton di tengah tahun, jadi mungkin akhir tahun terserap semua,” jelasnya seperti dikutip dari Okezone com.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here