Stok Garam Hampir Habis, Akankah Impor Ditambah ?

0

KabarUang.com, Jakarta – Gapmmi atau Gabugan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia mengatakan bahwa stok garam sudah sangat menipis. Mereka mengatakan bahwa stok itu hanya cukup untuk satu bulan mendatang hingga pertengahan Agustus.

Ilustrasi via Tirto.Id

Menurut Ketua Umumnya sendiri Adhi Lukman stok garam yang hampir habis dikarenakan kuota impor yang diberikan pemerintah tak sesuai dengan kuota yang dibutuhkan industri. Tahun ini industri makanan dan minuman hanya diberi kuota impor garam sebanyak 300 ribu ton. Namun pasar membutuhkan stok garam hingga 550 ribu ton per tahun.

Baca Juga  President Grab Indonesia Bekerja Sama Dengan Pihak Ketiga Untuk Pastikan Keamanan Data Pengguna Terlindungi Dengan Baik

“550 ribu ton itu sangat kecil sekali, kita sudah mengajukan di Rakortas (rapat koordinasi terbatas) Kemenko dapetnya 300 ribuan, ini sudah habis,”ujar Adhi saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, pada Rabu (17/7) dilansir viva.com.

Faktor lain yang mengakibatkan stok garam habis yaitu seluruh kuota impor yang diberikan sudah diserap sehingga stoknya hanya cukup hingga pertengahan Agustus. Oleh karena itu, Adhi mengajukan tambahan kuota impor garam sebanyak 250 ribu ton.

Baca Juga  Sekarang RI Mulai Tambah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

“Mungkin pertengahan bulan depan sudah kehabisan kalau enggak diberikan izin. Kalau habis ya berhenti, kan kita enggak mau berhenti, kan bahaya,”tambahnya.

Disisi lain beliau juga menjelaskan soal garam domestik yang melimpah dan tak mampu lagi diserap oleh PT Garam (Persero). Pihaknya mengatakan hal itu dikarenakan kualitas garam yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Kadar airnya sangat tinggi diatas 0,5 persen dan kadar NaCL yang rendah di bawah kebutuhan industri sebesar 97 persen.

Baca Juga  Akhir Tahun 2019, Industri Properti Positif Membaik

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here