Sri Lanka Kembalikan Sebanyak 213 Kontainer Sampah Ke Inggris

0
Ilustrasi Kontainer Sampah via suarabbc com

KabarUang.com, Jakarta – Sri Lanka telah memerintahkan pengiriman kembali sebanyak 213 kontainer berisi sampah ke Inggris sebagai negara asalnya. Ratusan kontainer itu berisikan sampah plastik dan juga biologis, termasuk dugaan bagian tubuh manusia ada juga didalamnya.

Sri Lanka menjadi negara terbaru di Asia yang menolak pengiriman sampah dari negara-negara Barat, setelah China yang juga melarang impor sampah.

Kebijakan China itu juga mengacaukan aliran global jutaan ton sampah setiap tahun. ”Ada investigasi yang berlanjut dan kami juga menginformasikan pada para importir untuk mengekspor ulang segera ke pelabuhan pertama asal kontainer itu diekspor,” papar juru bicara Badan Cukai Sri Lanka Sunil Jayaratne kepada Reuters seperti dikutip dari Okezone com.

Baca Juga  Beredar Pernyataan Bahwa Sekarang Dolar Capai Angka Rp13.978

Dia juga menambahkan bahwa Inggris telah melanggar Konvensi Basel. Konvensi Basel merupakan traktat Perserikatan Bangsa-Bangsa atau yang disebut juga dengan PBB tentang perdagangan sampah plastik. Selama dua bulan terakhir, Filipina, lalu Indonesia, dan juga Malaysia telah mengembalikan kontainer sampah itu antara lain ke Kanada, Amerika Serikat (AS), Jepang, Prancis, Australia.

Sekitar 180 negara mencapai kesepakatan pada bulan Mei untuk mengamendemen Konvensi Basel guna membuat perdagangan global sampah plastik lebih transparan dan juga dapat diatur lebih baik, serta juga untuk memastikan manajemennya lebih aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Baca Juga  Kegiatan Ekonomi Meningkat, Bantu Perbaiki Capaian Penerimaan Pajak

AS menjadi eksportir sampah plastik terbesar di dunia yang tidak meratifikasi Konvensi Basel tersebut. Pada bulan Juni lalu, berbagai kelompok lingkungan mendorong negara-negara Asia Tenggara melarang impor sampah dari negara-negara maju untuk membantu mengatasi krisis polusi yang ada.

”Greenpeace Asia Tenggara mendorong para pemimpin ASEAN mengangkat isu ini dalam agenda selama konferensi tingkat tinggi (KTT) mereka tahun ini, dan membuat deklarasi bersama untuk mengatasi krisis sampah plastik pada kawasan tertentu” seperti dikutip dari Okezone com.

Baca Juga  Kemendag Diminta Revisi Aturan Acuan Harga Jagung
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here