Pupuk Kotoran Sapi Bisnis yang Menjanjikan, Raup 200 Juta per Bulan

0

KabarUang.com, Riau – Alex Supirman (50) dulu memandang kotoran sapi sebagai masalah. Namun kini dirinya menjadikan kotoran sapi sebagai ladang rezeki. Dia membuat kotoran sapi menjadi pupuk kompos yang keuntungannya bisa mencapai Rp 200 juta per bulan. Sementara penghasilan bersihnya yakni Rp 10 juta bagi kelompoknya.

Ilustrasi via KabarTani

“Per bulan penghasilan bersih, per orang kurang lebih Rp 10 juta dari kompos,”ujar Alex anggota kelompok Tani Mutiara Indah, di Perawang, Riau, pada Minggu (28/7) dilansir dari liputan6.com.

Baca Juga  Mahasiswa IT? Tenang 3 Peluang Karir Ini Bisa Jadi Acuan Kamu

Alex adalah salah satu penerima program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang dilakukan oleh Arara Abadi. Program itu dilakukan oleh salah satu unit forestry APP Sinar Mas di Riau. DMPA ini bekerja untuk menyalurkan beragam bantuan seperti dana, fasilitas dan pelatihan kepada masyarakat desa Riau agar bisa mengembangkan bisnis.

Berkat kerja keras dan usahanya, Alex kini bisa memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya. Kotoran sapi yang dahulunya menumpuk kini bisa bermanfaat dan menjadi produk yang bernilai.

Baca Juga  Digital & Konten Akan Kuasai Sekitar 40% Pendapatan MNCN Pada Tahun 2022 Yang Kian Hari Terus Naik

“Sebelumnya kotoran sapi itu menjadi masalah, yang namanya limbah ini menjadi masalah, dulu menumpuk-numpuk aja, malah kebingungan karena baunya itu,”jelasnya.

Namun berkat program DMPA ini Alex merasa terbantu. Bukan hanya terbantu dalam hal pemasaran tapi juga dalam memahami kualitas pupuk kompos yang dia produksi. Hal ini karena ada bantuan laboratorium yang ikut membantu lewat program DMPA.

“Dulu yang beli engga ada, setelah perusahaan memberi pelatihan, masyarakat lebih tau jadi ini berharga. Dan disertai hasil lab dari Arara Abadi, jadi ketika orang nanya unsur ppuk, kita bisa jawab,”terangnya.

Baca Juga  Pedagang Makanan di Monas Mendulang Keuntung Saat Lebaran
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here