Pinjaman Online Ternyata Meningkat sebanyak 100,72%, Nilainya Sudah Capai Rp41 Triliun

0
Ilustrasi fintech peer to peer landing (modalku) via thefiscaltimescom

KabarUang.com, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan atau yang disingkat dengan OJK mencatat total akumulasi pinjaman fintech (financial technology) Peer to Peer (P2P) Lending sampai bulan Mei 2019 yakni sebesar Rp41,04 triliun (year to date) atau naik sebanyak 81,06%. Sementara outstanding pinjaman juga naik sebesar 64,9% menjadi sekitar Rp8,32 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK yakni Wimboh Santoso juga mengatakan, sampai pada akhir bulan Mei 2019 jumlah borrower (peminjam) juga mengalami peningkatan sekitar 100,72% menjadi 8,75 juta secara year to date, sedangkan untuk jumlah lender (pemberi pinjaman) mengalami kenaikan yaitu 131,44% menjadi 480,3 juta per akhir bulan Mei pada tahun 2019.

Baca Juga  Bank Mandiri Mulai Rasakan Ancaman Resesi Ekonomi

“Jika dihitung hingga Mei 2019, P2P Lending sudah mencapai 113 fintech lending dan 6 P2P lending syariah,” kata Wimboh di Jakarta kemarin seperti dikutip dari Okezone com.

Sementara sampai pada saat ini secara total jumlah Fintech Peer to Peer Lending tidak berizin yang ditemukan Satgas Waspada Investasi sebanyak 1.087 entitas dimana pada tahun 2018 sebanyak 404 entitas, sedangkan pada tahun 2019 ada sebanyak 683 entitas.

Baca Juga  Mantan Guru Jadi Miliarder Pasca Luncurkan Aplikasi Pendidikan

Wimboh juga melanjutkan, dalam penyelenggaraan usaha, fintech juga sudah seharusnya mengikuti kaidah-kaidah seperti perlindungan konsumen, lalu transparansi, kemudian tidak abuse, tidak menzalimi nasabah, dan juga bisnis yang dioperasikan bukan bisnis jangka pendek atau sekadar hit and run.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here