Pertumbuhan Startup China Siap Kalahkan Startup Milik AS

0
ilustrasi via warta ekonomi com
ilustrasi via warta ekonomi com

KabarUang.com, Jakarta – Berbagai perusahaan rintisan (startup) asal China tumbuh lebih cepat dibandingkan para pesaingnya dari Amerika Serikat (AS). Startup China rata-rata hanya butuh waktu empat tahun untuk mencapai status unicorn (valuasi di atas USD1 miliar), sementara startup AS rata-rata tujuh tahun.

Salah satu contohnya adalah Luckin Coffee yang mendeklarasikan diri sebagai pesaing Starbucks di China dan menggelar penawaran saham perdana (IPO) pada Mei lalu. Perusahaan itu mulai beroperasi pada kuartal IV/2017 dan mencapai valuasi USD2,9 miliar sekitar 18 bulan kemudian, dengan sejumlah investor seperti BlackRock.

Saham Luckin Coffee melejit hingga 50% pada hari pertama perdagangan dan ditutup naik 20% senilai USD20,38 per saham, sehingga saham perusahaan memiliki nilai pasar USD5,6 miliar.

Pada Januari, para pengamat dari Boston Consulting Group memperkirakan jumlah kedai Luckin di China akan melebihi Starbucks pada kuartal ini. Jaringan kopi asal AS itu telah beroperasi di China selama 20 tahun dan memiliki 3.600 kedai di lebih dari 150 kota. Adapun Luckin sudah memiliki lebih dari 2.300 kedai di 28 kota pada Maret tahun ini.

Baca Juga  Ruangguru Akan Menjelma Menjadi Unicorn Hingga Dua Tahun Kedepan

“Berbagai unicorn asal China atau perusahaan dengan valuasi lebih dari USD1 miliar, sekarang sebanyak 91 atau 28% dari unicorn di seluruh dunia,” ungkap data firma intelijen bisnis CB Insights pada Januari lalu.

AS saat ini memiliki 159 unicorn atau sekitar 48% dari total global.

Meski demikian, perusahaan-perusahaan China dapat mencapai posisi unicorn dengan jauh lebih cepat. “Membutuhkan rata-rata empat tahun bagi startup China untuk mencapai status unicorn, dibandingkan tujuh tahun untuk startup di AS,” papar laporan dari Boston Consulting Group pada September 2017. “Kesuksesan semalam lebih mungkin di China dibandingkan di AS,” tulis para pakar pada laporan tersebut.

Baca Juga  Data Fintech Perlu Dilindungi oleh UU Kata Bos OJK

“Pada dekade lalu, perusahaan China yang hendak meluncurkan IPO di AS membutuhkan waktu rata-rata 8 tahun, lebih cepat dua tahun dibandingkan rata-rata perusahaan global lainnya yang memerlukan waktu 10 tahun,” papar Matt Kennedy, strategis pasar IPO di Renaissance Capital.

Pertumbuhan pesat itu menunjukkan lingkungan bisnis yang unik, serta populasi yang tiga kali lebih banyak dibandingkan AS. Pada saat bersamaan, ada kekhawatiran para investor global tentang ekonomi China yang terlalu panas.

“Saya berpikir bahwa alasan beberapa perusahaan itu dapat mencapai valuasi mereka itu karena pada akhir hari, pasar itu dua kali ukuran AS, secara mobile khususnya. Saya memahami mengapa valuasi itu sangat tinggi. Tapi kuncinya tidak hanya pada masa depan, tapi pertumbuhan sehat menuju masa depan,” tutur Edith Yeung, mitra di investor tahap awal 500 Startups.

Baca Juga  Digital & Konten Akan Kuasai Sekitar 40% Pendapatan MNCN Pada Tahun 2022 Yang Kian Hari Terus Naik

Dia mencontohkan perusahaan bike-sharing asal China, Mobike dan Ofo. Keduanya tumbuh cepat dalam beberapa tahun terakhir, memanfaatkan tren banyak perusahaan bike-sharing lain di China. Namun, model bisnis itu terbukti tak berkelanjutan. Mobike diakuisisi tahun lalu dan Ofo di gerbang kebangkrutan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here