Lewat Voting DPR AS Tolak Resolusi Pemakzulan Terhadap Trump

0
ilustrasi via abc go com
ilustrasi via abc go com

KabarUang.com , Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) menolak resolusi pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump melalui voting. Keputusan ini secara efektif membunuh keinginan untuk melengserkan Trump untuk saat ini, tetapi tidak mengubur isu yang telah membagi Partai Demokrat.

Penggagas resolusi itu, legislator dari Partai Demokrat Al Green, berupaya memanfaatkan kecaman yang meningkat terhadap Trump setelah serangannya terhadap empat perempuan anggota Kongres dari kelompok minoritas.

Voting DPR AS menunjukkan 332 memilih untuk menolak resolusi pemakzulan tersebut berbanding 95 suara.

“Pemakzulan terhadap Presiden Anda…sekarang berakhir. Ini seharusnya tidak boleh terjadi lagi pada Presiden Amerika Serikat yang lain!” cuit Trump.

Baca Juga  Boeing Telah Rugi Rp41 Triliun di Kuartal II-2019 Imbas Dari 737 Max di Stop

Ini adalah kegagalan kedua kalinya bagi Green mendapatkan pengesahan untuk resolusi pemakzulannya. Namun ini menandai pertama kalinya DPR menyelesaikan masalah ini sejak Partai Demokrat menjadi kelompok mayoritas pada awal tahun ini.

Ketua DPR Nancy Pelosi dari Partai Demokrat telah lama mencoba untuk menahan partainya untuk memulai proses pemakzulan terhadap Trump, sambil menunggu penyelidikan Komite Kehakiman DPR tentang apakah ia berkolusi dengan Rusia yang ikut campur dalam pemilu presiden 2016 dan menghalangi penyelidikan Penasihat Khusus Robert Mueller mengenai masalah tersebut.

Namun, pemungutan suara pada Rabu waktu setempat menempatkan anggota parlemen pada catatan pada pertanyaan pemakzulan. Sebagian besar dari 235 legislator Demokrat, 137, memberikan suara penolakan terhadap resolusi pemakzulan Green bersama dengan Partai Republik. Sementara 95 lainnya mendukung dan satu memilih abstein.

Baca Juga  Dolar AS Yang Melemah Menanti Dari Kebijakan The Fed

Sementara kelompok minoritas Partai Demokrat yang tumbuh di DPR menyerukan untuk meluncurkan penyelidikan pemakzulan, para pemimpin Demokrat menjelaskan sebelumnya bahwa mereka tidak mendukung upaya Green, setidaknya tidak sekarang.

“Seperti yang telah saya katakan berulang-ulang, dengan segala hormat di dunia untuk Green, kami memiliki enam komite yang bekerja untuk mengikuti fakta dalam hal penyalahgunaan kekuasaan, menghalangi keadilan dan tindakan lain di mana presiden mungkin telah terlibat. Itu adalah jalan serius yang kita jalani,” kata Pelosi kepada wartawan seperti dilansir dari Reuters.

Baca Juga  Sikap Donald Trump Pada Perang Dagang Menjadi Sentimen Positif Bagi Wall Street

Pemimpin Mayoritas DPR Whip James Clyburn mengatakan dia tidak berpikir anggota parlemen siap untuk memperdebatkan pemakzulan, sebagian karena Kongres dijadwalkan untuk mendengar pernyataan Mueller dalam kesaksian minggu depan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here