Bayar Tol Tidak Perlu Singgah Lagi, Bagaimana Tahapan Penerapannya?

0
Ilustrasi Pembayaran di Gerbang Tol Cibubur Utama via mobilmocom

KabarUang.com, Jakarta – Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan menerapkan sistem transaksi non tunai Multi Lane Free Flow.

Dengan sistem ini, pengguna Tol tidak perlu lagi menggunakan kartu dan Tapping di Tol. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang disebabkan antrian tapping di gerbang tol.

Pungky Purnomo Wibowo, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI seperti dikutip dari detik.com mengatakan bahwa penerapan sistem Multi Lane Free Flow akan dilakukan bertahap.

“Kenapa bertahap karena kita harus menyusun data base seluruh pelaku yang memiliki kendaraan, Kenapa begitu? Karena kan umpamanya kalau ini mobil,free flow, kalau tidak ada barrier, lewat begitu saja kan kita pembayarannya langsung link to direct account. Kita melihat account-nya cukup atau tidak,” kata Pungky di CNBC Indonesia, Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Baca Juga  Wall Street Mulai Meroket Didukung Naiknya Saham Apple

“Tahap pertama single line free flow dalam arti ada barrier-nya dulu, masih. Nanti kita pelan-pekan kalau dari segi legal aspeknya, kenyamanan, keuntungan, baik dari segi kendaraan maupun penyelenggara jalan tol, pro kontra, nanti kita akan lakukan,” jelasnya.

Tahap pertama pembayaran sudah tidak menggunakan kartu untuk Tap, tapi pada tahapan ini masih menggunakan barrier atau pengaman.

Pungky menjelaskan bahwa peran BI dalam sistem ini yaitu BI akan menyiapkan sistem pembayarannya sedangkan pemerintah yaitu Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian PUPR akan menyiapkan dari sisi teknologi serta infrastrukturnya.

Baca Juga  Telkom Serahkan Bantuan Broadband Learning Center (BLC) dan Sarana Elektrifikasi di NTT

“Saya rasa di beberapa ruas sudah dicoba, Bali contohnya sudah dicoba dengan baik untuk satu line saja. lalu kalau ini sudah berjalan dengan baik, kita masuk ke multi lane free flow,” tambahnya.

“Pada saat kita mulai dari tunai ke non tunai kita diberi waktu 4 bulan, negara lain 5 tahun, at least. Alhamdulillah semua berjalan baik dan yang paling penting kita berhubungan dengan konsumen, industri, setelah pemerintah siap, dijalankan,” lanjutnya.

Baca Juga  Pasokan BBM dan LPG di Jakarta Aman Terkendali di Tengah Panasnya Aksi 22 Mei

Menjawab detail pertanyaan mengenai waktu, Pungky menjelaskan bahwa ini masuk dalam tahapan yang lebih tinggi, antara free flow, online settlement harus dilihat secara langsung termasuk server, kesiapan koneksi serta jaringan.

BI dan Kementerian terkait terus menyiapkan kajian yang mendalam agar penerapannya bisa dilaksanakan secepatnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here