Kementan Berbagi Tips Atasi Gagal Panen Akibat Kekeringan

0

KabarUang.com, Jakarta – Menurut data Kementrian Pertanian terdapat sekitar 100 Kabupaten/Kota mengalami kekeringan pada musim kemarau. Total luas arealnya yakni 102.654 ha dan puso 9.940 ha. Hal ini menunjukkan bahwa gagal panen sudah mengancam sejumlah daerah.

Ilustrasi via Twitter

Beberapa wilayah seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sudah tidak mengalami hujan lebih dari 30 hari. Data ini disampaikan oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy. Bahkan beliau mengatakan kekeringan diperkirakan terjadi hingga beberapa bulan kedepan.

Hal ini perlu diatasi secara bersama dengan pihak terkait. Aparat keamanan (TNI dan Polri), dinas pertanian, dinas pengairan dan kelompok tani harus bersinergi melawan standing corp ini.

“Kami telah meminta setiap Kabupaten/Kota mengoptimalkan sarana dan prasarana yang telah diberikan untuk memitigasi dampak kekeringan tahun 2019. Sedangkan daerah yang masih memiliki potensi tanam padi diharapkan segera melakukan percepatan tanam dan didaftarkan pada AUTP,”ujar Kementan Sarwo Edhy dilansir dari liputan6.com.

Baca Juga  Perusahaan Pegatron Mengalokasikan Pabriknya Ke Indonesia Dan Tanamkan Investasi Sebesar Rp 15 T

Beliau mengatakan pemerintah sudah menyiapkan beberpa upaya untuk mengatasi kekeringan.

Hal yang perlu dilakukan untuk atasi gagal panen

Pertama yakni pemanfaatan sumber air. Saat ini sudah terdapat 11.654 unit embung pertanian dan 4.042 unit irigasi perpompaan yang sudah dibangun pada tahun 2015 hingga 2018.

“Segera identifikasi sumber air alternatif yang masih tersedia dan dapat dimanfaatkan melalui perpompaan dan irigasi air tanah dangkal,”sambungnya.

Kedua yakni alsintan mendukung mitigasi kekeringan. Pemerintah sudah mendistribusikan ribuan unit alat pomppa yang mampu menghasilkan air pada kedalaman 20 hingga 25 meter. Alat itu juga berfungsi untuk menampung air sebanyak 1.500 meter kubik serta bisa mengairi sepanjang 50 hingga 70 ha lahan yang kering.

Baca Juga  Maskapai Garuda Kini Tidak Akan Audit Ulang Laporan Keuangannya

“Manfaatkan semua pompa air yang tersedia di daerah dan kerahkan Brigade Alsintan untuk membantu petani dalam mengamankan standing corp dan memitigasi kekeringan. Manfaatkan juga Alsintan dan Brigade Alsintan untuk melakukan percepatan tanam pada daerah yang sumber airnya masih tersedia dan mencukupi,”paparnya.

Ketiga yakni koordinasi dan pengawalan air. Sarwo meminta untuk memonitor ketersediaan air di waduk dan bendungan. Selan itu, utamakan juga jadwal mitigasi pada wilayah yang standing cropnya terdampak kekeringan, terapkan jadwal serta kawal giring-giring air pada daerah yang airnya terbatas dan lakukan juga penertiban pompa-pompa air ilegal disepanjang saluran irigasi.

“Dengan berbagai alat yang dimiliki, serta kerja sama yang insten antar instansi diharapkan mampu menjadikan semua lahan kering menjadi tanaman produktif. Tentu kita berharap dengan berbagai bantuan ini semua pemanfaatan sumber air yang ada bis akita atasi dengan mudah,”lanjutnya.

Baca Juga  Jokowi Ingin Segera Menyerap Banyak Tenaga Kerja Lokal Melalui Pengembangan Blok Masela

Terakhir yakni pemerintah sudah memberikan perlindungan kepada kelompok tani dengan Program AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi). Program ini memberikan petani baiaya premi sebesar Rp 180 ribu/ha/musim tanam.

Apabila petani mengalami gagal panen akibat kekeringan, banjir dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), petani mendapat ganti rugi sebesar Rp 6 juta/ha.

“Segera lakukan pengajuan ganti rugi bagi petani yang lahan sawahnya terkena puso dan terdaftar AUTP,”tutupnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here