Kemenperin Gencar Perbanyak Startup Inovatif di Sektor Kerajinan dan Batik

0

KabarUang.com, Jakarta – Kementrian Perindustrian (Kemenperin) gencar perbanyak wirausaha rintisan (starup) termasuk pada sektor kerajinan dan batik. Hal ini karena industri kerajinan dan batik sudah memberikan banyak kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

Ilustrasi via Balai Bahasa Kerajinan dan Batik

Usaha Kementan ini disambut baik oleh Kepala Balai Besar Kerajinan dan BAtik Titik Purwati Widowati. Pihaknya mengatakan bahwa beliau siap untuk mencapai sasaran tersebut. Akhirnya diadakanah kegiatan Innovating Jogja 2019. Kegiatan ini sendiri merupakan kegiatan yang ketiga sejak diadakannya pada 2016 dan 2018.

Penyelenggaraan Innovating Jogja 2019 itu merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin. Dalam pelaksanaannya BBKB Yogyakarta berperan sebagai inisiator yang didukung oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Agro Kemenperin. Selain itu juga bersama Program Disseminating Capacity Pusat Unggulan IPTEK (Batik dan Kerajinan) dan Bio Hadikusuma Management Training & Consulting (BHMTC).

Baca Juga  Pasca Investasi Shinhan GIB Valuasi Bukalapak Naik Menjadi Rp35 Triliun (USD2,5 Miliar)

“Kegiatan Innovating Jogja secara umum menggabungkan tujuan kegiatan Innovating Jogja terdahulu untuk menghasilkan starup kerajinan dan batik di Yogyakarta yang inovatif dengan fungsi alih teknologi dan inkubasi hasil-hasil litbang yang dihasilkan oleh BBKP Yogakarta,”ujarnya saat di Jakarta, Senin (15/7) dilansir dari sindonews.com.

Proses Innovating Jogja menyeleksi 42 proposal yang masuk. Saat ini Innovating Jogja sudah mencapi tahapan bootcamp untuk 30 peserta dengan inovasi kerajian dan batik terbaik. Pada tahap ini peserta akan mengikuti pelatihan selama tiga hari, tanggal 15 hingga 17 Juli. Peserta ini akan dipandu oleh BHMTC.

Baca Juga  3 Negara Ini Jadi Pilihan OJK Untuk Jalin Kerjasama Fintech

“Setelah kegiatan bootcamp diharapkan seluruh peserta baik yang terpilih menjadi tenant maupun yang belum terpilih, dapat mengetahui identias ide bisnisnya, mampu menyusun langkah bisnis secara konkret, memiliki rencana keuangan dan semangat melaksanakan langkah-langkah bisnisnya tersebut,”tambahnya.

Selanjutnya peserta yang terpilih dari tahap bootcamp akan diseleksi bussiness plan yang akan dilaksanakan di BBKB Yogyakarta pada tanggal 18-19 Juli 2019. Peserta yang terpilih ini diharapkan bisa menerapkan hasil-hasil litbang serta memanfaatkan keberadaan BBKB Yogtyakarta untuk pengembangan bisnis mereka.

Baca Juga  Sudah 8 Tahun Berdiri, Ini Pencapaian Blibli.com!

“Keempat peserta yang dipilih akan mendapatkan program penguatan teknis produksi, pembangunan dan pengembangan bisnis dari BBKB serta bantuan bahan produksi senilai Rp 20 juta,”tutup Titik.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here