Inflasi Menjadi Tinggi Sampai Kebutuhan Pokok Semakin Langka Dampak Dari Perang Iran-AS

0
Ilustrasi Inflasi via kumpara com

KabarUang.com, Jakarta – Keputusan Iran untuk bisa menantang Amerika Serikat (AS) dengan melanjutkan upaya pengayaan uranium justru mendapatkan respons yang sangat negatif dari rakyatnya. Mereka sangat takut dan juga khawatir jika krisis nuklir justru akan berlangsung dalam waktu yang lama.

Amerika Serikat (AS) keluar dari pakta kesepakatan nuklir pada tahun lalu, ketika Presiden Donald Trump ingin memberikan sanksi kepada Iran. Akan tetapi, upaya tersebut ternyata tetap gagal memaksa Iran untuk merenegosiasi.

Baca Juga  OJK Dorong Penerbitan UU Perlindungan Data Pribadi Untuk Jerat Fintech Ilegal

Iran juga kemarin mengonfirmasi akan tetap melanjutkan upaya untuk pengayaan uranium di atas kesepakatan yang telah disepakati. Trump juga sudah mengancam para pemimpin Iran agar berhati-hati.

Sejak bulan Mei lalu, dia telah memperketat sanksi dengan tujuan menghalau ekspor minyak Iran sebagai sumber yang utama untuk keuangan negara tersebut.

”Ya, kehidupan semakin sulit ketika sanksi diberlakukan. Ya, saya pikir program nuklir ini terlalu banyak biayanya dan memberatkan rakyat Iran,” kata Firouzeh, 43, seorang ibu rumah tangga di Kota Balosar, dilansir dari Okezone com.

Baca Juga  Harga Minyak Dunia Meningkat Pada Penutupan Perdagangan 3 Mei 2019

”Apa pun alasannya, saya juga menentang jika negara saya diserang,” ungkapnya seperti dikutip dari Okezone com.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here