Eksportir SDA Akan Kena Sanksi bila Tak Bawa Devisa, Kata Sri Mulyani Ini Bisa Perkuat Pemerintah

0
Ilustrasi Sri Mulyani via inews id

KabarUang.com, Jakarta – Kementerian Keuangan kini telah mengeluarkan peraturan menteri keuangan atau yang di sebut juga PMK, Nomor 98 Tahun 2019 tentang tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan atau Pengolahan Sumber Daya Alam.

Terkait akan hal itu, Menteri Keuangan yakni Sri Mulyani juga telah mengatakan bahwa aturan tersebut memuat ketentuan sanksi berupa denda bagi eksportir yang melanggar ketentuan devisa hasil ekspor atau yang disebut juga dengan DHE sumber daya alam atau SDA.

Baca Juga  Menkeu Sri Mulyani Targetkan Defisit APBN Tahun Depan Bisa Ditekan 1,52-1,65% dari PDB

“Jadi, beleid atau langkah itu akan semakin memperkuat pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk mengidentifikasi DHE SDA eksportir,” ujar dia di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (4/7/2019) seperti dikutip dari Okezone com.

Dia bahkan menuturkan bahwa pemerintah bekerja sama dengan BI melalui sistem informasi antara bea cukai dan BI. “Nantinya kita sudah bisa mengidentifikasi alur barang melalui Bea Cukai dan arus uangnya melalui sistem perbankan dan BI,” tutur dia seperti dikutip dari Okezone com.

Baca Juga  OJK Menilai Perlu Peran Generasi Milenial Untuk Merealisasikan Potensi Indonesia Menjadi Pusat Ekonomi Dan Keuangan Syariah Dunia

Dia kini menambahkan PMK Nomor 98 Tahun 2019 itu merupakan kelanjutan dari Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2019 dengan Devisa Hasil Ekspor. Aturan khusus yang mengenai sanksi sebagai bentuk ketegasan pemerintah terhadap para eksporti yang secara diam-diam tidak melaporkan devisa hasil ekspor yang bisa diperoleh.

“Dari sisi sanksi tentu Bea Cukai yang akan melakukan, apakah berupa denda atau penundaan ekspor oleh eksportir,” ujarnya seperti dikutip dari Okezone com.

Baca Juga  Internasional Daxing Beijing Airport Yaitu Bandara Baru China Yang Siap Beroperasi Bulan September
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here