Boeing Telah Rugi Rp41 Triliun di Kuartal II-2019 Imbas Dari 737 Max di Stop

0
Ilustrasi Boeing via newsfirst lk

KabarUang.com, Jakarta – Boeing Co. telah melaporkan kerugiannya yang telah mencapai USD2,94 miliar atau setara dengan Rp41 triliun pada kuartal II/2019 pada saat produsen pesawat terbesar di dunia itu menghadapi penghentian operasional 737 MAX.

Akibat laporan kerugian itu, saham Boeing juga tengah merosot di awal perdagangan. Perusahaan tersebut telah memangkas produksi pesawat lorong tunggal itu dan juga mengeluarkan biaya hampir sebesar USD5 miliar pada kuartal itu akibat penghentian operasional pesawat yang mengalami kecelakaan di Etiopia dan Indonesia.

Baca Juga  Produsen Pesawat Boeing, Pecat CEO Untuk Balikan Nama Baik

Mengutip juga dari Koran Sindo, Jakarta, Kamis (25/7/2019), biaya yang dikeluarkan Boeing itu sudah termasuk untuk kompensasi pada berbagai maskapai atas penundaan pengiriman pesanan pesawat MAX. Perusahaan juga akan mengeluarkan outlook baru untuk 2009 dalam waktu dekat ini. Boeing juga menjelaskan, penerbangan pertama jet baru 777X ditunda sampai awal 2020 karena masalah dengan mesin General Electric Co.

Sebelumnya, tes penerbangan pertama 777X direncanakan dilakukan pada akhir bulan Juni. Kerugian bersih Boeing pada kuartal yang berakhir sampai 30 Juni adalah USD2,94 miliar dibandingkan dengan laba sekitar USD2,20 miliar yaitu setahun sebelumnya.

Baca Juga  Boeing Menjadi Salah Satu Peserta Dalam Paris Air Show. Pada Hari Pertama Pertunjukan, Boeing Mengumumkan Tidak Adanya Satu Pun Pesawatnya

“Penjualan juga merosot 35% menjadi USD15,75 miliar dan juga di bawah proyeksi rata-rata USD18,55 miliar,” ungkap data IBES dari Refinitiv. Pada awal bulan Juli, sistem autopilot Boeing 737 Max dinyatakan bermasalah dan diminta di per baiki seperti dikutip dari Okezone com.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here