Alasan 50.000 Ton Beras Bulog Dibuang dari Gudang!

0

KabarUang.com, Jakarta – Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar mengatakan bahwa 50.000 ton cadangan beras pemerintah (CBP) akan dilepas. Alasannya kondisi beras sudah rusak dan tidak bisa dikonsumsi lagi.

Ilustrasi via SuperRadio

“Itu sebenarnya (beras) tersimpan dari dulu. Harusnya ada pelepasan stok. Kami minta izin sudah diputuskan boleh. Kan tidak mungkin dijual, ada sekitar 50.000 ton,”ujar Bachtiar saat ditemui di Kantor Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, dilansir dari Suara.com, pada Selasa (2/7/2019).

Baca Juga  Menkeu Sri Mulyani Pimpin Upacara Peringatan Pancasila

Beliau menjelaskan bahwa pelesapan tersebut akan dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah.

Seperti yang tertera dalam regulasi tersebut, pelepasan CBP bisa dilakukan apabila CBP telah melampaui batas waktu simpan paling sedikit yakni empat bulan dan atau berpotensi/mengalami penurunan mutu.

Bachtiar juga menyebutkan bahwa 50.000 ton yang nantinya aka dilepas itu memang merupakan bagian dari pengadaan impor beberapa tahun lalu. Bahkan beras tersebut diproduksi sejak tahun 2015-2017.

Baca Juga  Kementerian BUMN Sudah Siapkan 5 Nama Untuk Jadi Bos PLN

Namun sayangnya, beliau mengatakan bahwa beras yang mengalami penurunan mutu itu tidak bisa dikonsumsi, tapi bukan berarti tidak bisa dimanfaatkan.

“Kalau masih bisa dimanfaatkan ya dimanfaatkan, contohnya bisa jadi MSG, jadi ethanol, digiling. Kalau masih bisa diolah kenapa dibuang. Tapi untuk dikonsumsi sudah tidak mungkin,”tutupnya.

Stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 2,4 ton yang terdiri dari 2,2 juta CBP dan 143.000 ton beras komersial.

Baca Juga  Telkom Serahkan Bantuan Broadband Learning Center (BLC) dan Sarana Elektrifikasi di NTT
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here