Wajib Diketahui! Ternyata Kolesterol Tidak Hanya Menyerang Orang Yang Bertubuh Gemuk

0
ilustrasi via bogor tribunnews com
ilustrasi via bogor tribunnews com

KabarUang.com , Jakarta – Danielle Braff tak menyangka, di balik tubuhnya yang kurus, tersimpan kolesterol jahat yang tinggi. Apa yang terjadi pada Braff menjadi bukti bahwa kolesterol tinggi pada orang kurus bukan hal yang tak mungkin. Kolesterol tinggi tak hanya menyerang orang-orang dengan berat badan berlebih. Ia dapat menyerang siapa saja.

“Di luar, saya terlihat bugar. Di balik tubuh kurus ini, saya menyimpan masalah kesehatan yang besar,” ujar Braff, dalam kisahnya yang dibagikan di situs kesehatan Healthline.
Sebelumnya, sebuah studi pada 2008 menemukan, sekitar seperempat orang Amerika Serikat yang tidak mengalami kelebihan berat badan disebut berisiko terkena gangguan jantung. Gangguan itu salah satunya berasal dari kadar kolesterol yang tinggi.

Baca Juga  Tahun Ini Oki Sekeluarga Akan Berlebaran di Rumah Baru Sang Adik Ria Ricis

“Kolesterol tinggi tidak mendiskriminasi tipe tubuh. Berat badan juga tidak menentukan apakah seseorang akan menderita kolesterol tinggi atau tidak,” ujar ahli kardiovaskular dari CGH Medical Center, AS, Peter Toth.

Mereka yang tidak mengalami berat badan berlebih merasa tak berisiko terkena penyakit mematikan itu. Karena itu, lanjut Toth, kebanyakan mereka tak mengindahkan langkah-langkah tepat untuk mengadaptasi gaya hidup yang lebih sehat.
Penyebabnya adalah genetika. Seseorang dengan kecenderungan genetik kolesterol tinggi akan lebih mungkin mengalami hal yang sama.

Baca Juga  Diet Ga Harus Tersiksa dengan Menu Diet Sehat Ini!

“Jadi, jika Anda memiliki kecenderungan genetik untuk kolesterol tinggi, [kolesterol] Anda akan cenderung meningkat,” ujar ahli kesehatan lain, Susan Besser. “Tidak ada diet yang bisa memperbaikinya.”

Mengutip Pharmacy Times, kelainan genetik seperti hiperkolesterolemia familial dapat membuat seseorang cenderung memiliki kadar kolesterol yang tinggi, berapa pun berat badannya.

Orang dengan kelainan genetik tersebut memiliki kadar kolesterol 300 mg/dL atau lebih. Umumnya, mereka akan mengalami xanthoma. Nama terakhir merupakan kelainan kulit yang ditandai dengan penumpukan lemak. Kelainan ini ditandai dengan munculnya serupa benjolan atau tumpukan lemak di bagian kelopak mata.

Baca Juga  Punya Penyakit Asam Urat? Coba Redakan Dengan 7 Makanan Ini

Penting juga diingat bahwa seiring bertambahnya usia, kadar kolesterol akan cenderung meningkat. Ini-lah sebabnya mengapa American Heart Association merekomendasi setiap orang harus mulai melakukan uji kolesterol setiap 4-6 tahun sejak usia 20-an.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here