Transaksi Digital Menjamur, Bagaimana Nasib Uang Tunai Saat Ini?

0

KabarUang.com, Jakarta – Saat ini pembayaran digital merupakan hal yang lumrah, bahkan Bank Indonesia menyebutkan bahwa pembayaran digital dirasa mampu mengurangi peredaran uang kartal di tanah air.

Ilustrasi via Blogspot.com

Erwin Haryono selaku Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia mengatakan bahwa pihaknya masih terus mencetak uang kartal meskipun nantinya akan terjadi pergeseran penggunaan uang kartal.


“Uang digital kami tidak berpikir bahwa kedepan orang tidak pakai uang kertas. Di negara lain uang kertas masih dipakai tapi lama-lama porsinya memang berkurang. Ini bentuk konsekuensinya, banyak policy, stabilitas sistem keuangan, ujarnya dilansir dari republikaonline.com.


Beliau juga mengatakan bahwa pergeseran uang kartal sudah terjadi di negara China. Saat ini porsi transaksi uang tunai sudah kian menipis, karena tergeser oleh transaksi digital atau uang elektronik.

Baca Juga  Harga Minyak Kian Melonjak Pada Tahun 2019 Ini


Maka saat ini, Bank Indonesia akan menerapkan kebijakan pembayaran digital yang mumpuni. Bank Indonesia pun sedang membuat peta jalan Sistem Pembayaran Indonesia 2025 yang akan datang dengan lima poin yang akan ditetapkan.


Beberapa persiapan yang sudah dilakukan BI diantaranya yaitu integrasi antara perbankan dan perusahaan teknologi berbasis jasa keuanga (financial technology/fintech), integrasi keuangan digital ke kegiatan ekonomi, dan digitalisasi perbankan melalui aktivitas pembukaan data perbankan (open banking).

Baca Juga  Setelah Melonjak Tajam Pada Awal Ramadhan, Kini Harga Bawang Putih Turun 50%


Bukan hanya itu, persiapan aturan perlindungan konsumen serta persiapan usaha antar peyedia jasa keuangan dan aturan mengenai keuangan digital antar negara (cross border) juga akan dipersiapkan secara matang.


“Jadi bentuk konsekuensinya adalah banyak policy (kebijakan). Termasuk mengenai stabilitas sistem keuangan, itu juga harus dikaji. Pihaknya perlu meyakinkan semua pihak, bahwa nantinya proses penciptaan sistem uag digital akan tetap dalam kendali (in control),”tambahnya.


Disisi lain Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih menambahkan jika penggunaan kode QR standar Indonesia (QR Indonesian Standard/QRIS) sudah efektif, maka penggunaan transaksi digital akan bertambah. Terlebih kedepan diperkirakan penggunaan transaksi digital berbasis gawai akan semakin marak akibat penggunaan smartphone yang terus meningkat.

Baca Juga  BI Kini Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tahun 2019 Akan Tumbuh Di Kisaran 5%-5,4%


Selain itu beliau juga mengatakan bahwa transaksi digital disebut memiliki banyak manfaat, seperti waktu transaksi yang lebih cepat dan biaya transaksi yang efisien.


“Biaya transfernya juga akan turun, yang tadinya antar bank biaya transfernya Rp 6.500 charge-nya bisa turun jadi Rp 3.500 tapi kalau semua sudah terntegrasi,”tutupnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here