Ternyata Dalang Lesu Sektor Pariwisata Karena Mahalnya Tiket Pesawat

0
Ilustrasi Tiket Pesawat Mahal via nusantara news

KabarUang.com, Jakarta – Mahalnya tiket pesawat dituding sebagai dalang lesunya sektor pariwisata di tanah air.Jumlah wisatawan dan okupansi atau tingkat hunian hotel menurun dianggap sebagai dampak mahalnya tarif transportasi udara yang membuat masyarakat enggan bepergian.

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio menilai, kinerja sektor pariwisata menurun tidak sepenuhnya salah maskapai yang menaikkan harga tiket. Ada hal lain yang juga turut mendorong anjloknya jumlah wisatawan dan okupansi hotel.

“Hotel mengeluh, turis mengeluh. Itu karena tidak bisa mengurusnya. Kita sudah 5.0, mereka masih 1.0. Kenapa pariwisata kurang? Ya itu karena Menteri Pariwisata tidak bisa mengurus sektor pariwisata. Jangan salahkan airline,” kata dia dalam sebuah acara diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Baca Juga  Memperingati Hari Pancasila Anies Baswedan Gratiskan PBB Bagi Keluarga Pahlawan

Dia menyebutkan, saat ini kemajuan teknologi kian pesat. Hotel atau penginapan harus mengikutinya sebab masyarakat zaman sekarang lebih senang memesan hotel dengan cara praktis melalui aplikasi online travel agent (OTA). Menurut dia, pengelola hotel masih banyak yang ketinggalan zaman. Di saat mayoritas turis memesan hotel dan penginapan melalui OTA, mereka masih menjalankan bisnisnya secara manual. Sementara hotel itu jumlahnya semakin banyak.

Selain itu, dia mengungkapkan masih banyak infrastruktur penunjang pariwisata yang belum menunjang sehingga harus dilakukan perbaikan. Misalnya jalan untuk masuk menuju lokasi wisata. Dalam kesempatan serupa, Pengamat Penerbangan, Chappy Hakim mengatakan, lesunya industri pariwisata saat ini memang berkaitan dengan mahalnya tiket pesawat. Namun, andilnya tidak besar.

Baca Juga  Kementrian Perhubungan Terbitkan SK Terkait Batas Atas Harga Tiket Pesawat

“Ada hubungannya tapi tidak bisa dikatakan hubungannya menjadi gara-gara turunnya jumlah penumpang bikin inflasi naik dan hotel turun,” ujar dia. Jika pariwisata menurun, disarankan agar mencari strategi lain untuk menggaet wisatawan. Kenaikan tarif tiket pesawat tidak dapat dihindari karena baik avtur maupun biaya operasi lainnya yang juga terus naik sehingga maskapai harus menyesuaikan harga tiket agar tetap bisa beroperasi.

“Dilihat lagi tiket mahal itu karena dia berhadapan dengan harga avtur naik yang relatif bersamaan dengan kurs dolar AS yang naik. Bukan semata karena turunnya jumlah penumpang yang gunakan pesawat,” ujar dia. Kedua hal tersebut membuat maskapai mau tidak mau menaikkan tarif tiketnya agar tidak bangkrut. Oleh karenanya, seharusnya turis bisa menyesuaikan diri dengan menggunakan moda transportasi lain yang tarifnya lebih terjangkau.

Baca Juga  Wall Street Dikabarkan Menguat Di Tengah Isu Penurunan Suku Bunga The Fed

“Karena pesawat mahal tapi mahalnya buat bayar kecepatan, kalau ke bandung pakai jalur darat membutuhkan waktu 6 jam untuk sampai, kalau pesawat jadi setengah jam,” ujar dia.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here