Rusia Sepakati Akan Perpanjang Kesepakatan OPEC 6-9 Bulan Mendatang

0
ilustrasi via kompas com
ilustrasi via kompas com

KabarUang.com , Jakarta – Rusia telah sepakat dengan Arab Saudi untuk memperpanjang enam hingga sembilan bulan kesepakatan dengan OPEC tentang pengurangan produksi minyak, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, ketika harga minyak berada di bawah tekanan baru dari meningkatnya pasokan AS dan perlambatan ekonomi global.

Putin, berbicara setelah pembicaraan dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, mengatakan pada konferensi pers kesepakatan – yang saat ini akan berakhir pada hari Minggu – akan diperpanjang dalam bentuk saat ini dan dengan volume yang sama.

Baca Juga  Kronologi Uniqlo Soal Tuntutan Upah Buruh di Indonesia

Organisasi Negara Pengekspor Minyak, Rusia dan produsen lainnya, aliansi yang dikenal sebagai OPEC +, bertemu pada 1-2 Juli untuk membahas kesepakatan yang melibatkan pembatasan produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari (bph). Amerika Serikat tidak berpartisipasi dalam pakta tersebut.

“Kami akan mendukung perpanjangan itu, baik Rusia dan Arab Saudi. Sejauh menyangkut perpanjangan itu, kami belum memutuskan apakah akan enam atau sembilan bulan. Mungkin akan sembilan bulan,” kata Putin, yang bertemu putra mahkota di sela-sela pertemuan puncak G20 di Jepang.

Baca Juga  Dikabarkan Harga Minyak Di Asia Kini Naik Tipis Setelah Sempat Dinyatakan Anjlok

Perpanjangan sembilan bulan akan berarti kesepakatan berakhir pada Maret 2020. Persetujuan Rusia berarti kelompok OPEC + mungkin memiliki pertemuan yang lancar jika produsen terbesar ketiga OPEC Iran juga mendukung pengaturan tersebut.

Sanksi baru AS terhadap Iran telah mengurangi ekspornya hingga menetes ketika Washington berupaya mengubah apa yang disebutnya rezim “korup” di Teheran. Iran mengecam sanksi itu sebagai ilegal dan mengatakan Gedung Putih dijalankan oleh orang-orang “terbelakang mental”.

Kirill Dmitriev, kepala eksekutif Dana Investasi Langsung Rusia yang membantu merancang kesepakatan OPEC-Rusia, mengatakan pakta yang berlaku sejak 2017 telah meningkatkan pendapatan anggaran Rusia lebih dari 7 triliun rubel (US $ 110 miliar).

“Kemitraan strategis dalam OPEC + telah mengarah pada stabilisasi pasar minyak dan memungkinkan keduanya untuk mengurangi dan meningkatkan produksi tergantung pada kondisi permintaan pasar, yang memberikan kontribusi terhadap prediktabilitas dan pertumbuhan investasi dalam industri,” kata Dmitriev.

Baca Juga  Produksi Minyak di Lapangan Sukowati Tembus Di Angka 10.000 Barel
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here