PTPP Kini Raih Kontrak Baru Proyek Smelter Yang Senilai Rp14,5 Triliun

0
Ilustrasi Rupiah via Kumparan com

KabarUang.com, Jakarta – PT PP (Persero) Tbk kini sudah meraih kontrak baru pembangunan pabrik peleburan atau yang disebut juga dengan smelter, berteknologi Rotary Kiln Electric Furnance atau yang disebut juga dengan RKEF dengan sebuah perusahaan swasta PT Ceria Nugraha Indotama selaku investor.

“Dalam pembangunan proyek smelter ini, Perseroan berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek yang akan bekerja sama dengan partner konsorsium ENFI (BUMN China) di mana Perseroan optimistis dapat menyelesaikan proyek tersebut selama 24 bulan,” kata Direktur Operasi 3 PT PP (Persero) Tbk Abdul Haris Tatang dalam siaran pers yang diterima seperti dilansir dari Okezone, di Jakarta.

Baca Juga  10 Usaha yang Menguntungkan di Desa

Acara pemasangan tiang pertama tersebut dilakukan pada hari Sabtu (15/6) ditandai dengan penekanan tombol bersama yang turut dihadiri oleh Menteri Pendayagunaaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin, lalu Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Archandra Tahar, kemudian Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi dan juga Bupati Kolaka Ahmad Safei, Direktur Operasi 3 Perseroan Abdul Haris Tatang, dan juga Direktur Utama PT CNI Derian Sakmiwata, juga jajaran manajemen Perseroan serta PT CNI.

Proyek Pembangunan Smelter Feronikel yang berlokasi di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara ini akan menelan investasi sebanyak kurang lebih Rp 4 triliun pada Tahap 1 dan nantinya akan dilanjutkan lagi pada tahap berikutnya dengan nilai total investasi yang mencapai Rp14,5 triliun.

Baca Juga  Sikap Donald Trump Pada Perang Dagang Menjadi Sentimen Positif Bagi Wall Street

Pabrik Smelter yang memiliki total kapasitas sebesar kurang lebih 4×72 MVA ini juga ditargetkan akan dapat beroperasi pada tahun 2021 mendatang dan nantinya diperkirakan akan bisa memproduksi sebanyak 229.000 ton Feronikel (FeNi) setiap tahunnya dengan kadar nikel kurang lebih 22-24%. Pembangunan pabrik Smelter ini juga menggunakan teknologi RKEF yang terdiri dari 4 tanur listrik jenis rectangular dimana teknologi ini merupakan yang pertama yang ada di Indonesia.

Baca Juga  Target BNI Syariah, 95 Ribu Pendaftar Daftar Haji Tahun Ini

Pembangunan Smelter Feronikel ini juga merupakan upaya yang dilakukan oleh PT CNI selaku perusahaan dalam negeri untuk dapat membantu bisa meningkatkan devisa negara di sektor minerba. Selain itu, dengan beroperasinya pabrik Smelter ini, penyerapan tenaga kerja di masyarakat sekitar dipastikan dapat membantu meningkatkan perekonomian rakyat Indonesia.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here