Persediaan Minyak Menyusut Akibat Harga Minyak Naik 2 Persen

0

KabarUang.com, Jakarta – Dalam satu bulan belakangan ini, harga minyak naik lebih dari dua persen. Ini mencapai level kenaikan tertinggi. Hal ini terbukti dari data pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan bahwa penarikan minyak yang dilakukan melebihi perkiraan stok minak mentah.

Ilustrasi via Dunia


Hal ini diakibatkan oleh ekspor yang tinggi serta penurunan dtok produk olahan. Harga minyak pun menjadi naik, seperti Minyak Brent berjangka naik 2,2 persen atau dari USD 1,44 ke posisi USD 66,49 per barel. Selanjutnya minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat sebesar 2,7 persen dari USD 1,55 menjadi USD 59,38 per barel.

Baca Juga  Akhir Tahun 2019, Industri Properti Positif Membaik


Pasokan minyak mentah menurun pada pekan lalu sebanyak 12,8 juta barel. Angka itu melebihi harapan analis untuk penurunan 2,5 juta barel seperti yang dikatakan The Energy Information Administration (EIA).


Sedangkan impor minyak menta AS mengalami penurunan sebanyak 1,2 juta barel per hari. Namun ekspor minyak mengalami kenaikan menjadi 3,8 juta barel per hari. Ini mengalahkan rekor pada bulan Februari sebelumnya yakni 3,6 juta barel per hari.

Baca Juga  Mentan Adakan Program Peternakan Demi Tingkatkan Kesejahteraan Peternak


“Banyak penarikan ini karena permintaan yang kuat. Kami akhirnya melihat dampak dari pengurangan produksi OPEC dan mulai melihat pengurangan di Venezuela, ujar Analis Price Features Group, Phil Flyn, dilansir dari Liputan6, Kamis (27/6).


Stok bensin sudah turun 996 ribu barel menurut data EIA. Sedangkan stok sulingan menurun sebanyak 2,4 juta barel. Harga bensin mengalami kenaikan sebanyak 4 persen setelah naik ke posisi tertinggi pada 23 Mei.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Garam Lokal, Indonesia Butuh Banyak Investasi


“Karena data EIA mungkin tidak mengambil dampak penuh penurunan PES, pengurangan tajam tambahan dalam pasokan bensin PADDD 1 mungkin muncul pada data EIA pada pekan depan,”tulis Jim Ritterbusch dari catatan Ritterbush and Associates.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here