Perdebatan Tentang Cara Mengatasi Perubahan Besar dan Transformasional di Dunia Kerja Berlangsung di Konferensi Perburuhan

0
ilustrasi via oblikpekerja com
ilustrasi via oblikpekerja com

KabarUang.com , Jenewa – Perdebatan yang cukup seru berlangsung di pertemuan Konferensi Perburuhan Internasional. Debat membahas metode yang tepat mengatasi perubahan-perubahan besar dan transformasional yang terjadi di dunia kerja saat ini. Konferensi ini diikuti puluhan kepala negara.

Cyril Ramaphosa, Presiden Afrika Selatan yang juga menjabat sebagai Ketua Bersama Komisi Global untuk Pekerjaan Masa Depan, telah mempelajari masalah ini selama 18 bulan terakhir. Laporan komisi ini sedang diperdebatkan dan dipertimbangkan untuk diadopsi oleh konferensi ILO.

Ramaphosa mengatakan, ancaman terhadap pekerjaan yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi, perkembangan artificial intelligence atau kecerdasan buatan, otomatisasi, dan robotika memerlukan tanggapan yang berpusat pada manusia. Itu, katanya, melibatkan investasi dalam pekerjaan yang baik dan berkelanjutan.

Baca Juga  Rupiah Tertekan ke Level Rp14.410/USD Akibat Isu Perang Dagang

“Sebagai negara-negara di Afrika, kami secara khusus bertekad untuk memastikan bahwa investasi ini berfokus pada penciptaan peluang ekonomi bagi kaum muda. Banyak pemuda di benua kami menganggur dan tidak mempunyai keterampilan yang diminta di tempat kerja, baik sekarang maupun masa depan,” ujarnya.

Isu terkait usulan jaminan tenaga kerja universal yang meliputi hak-hak pekerja untuk belajar seumur hidup dan memperoleh kesempatan untuk mengikuti pelatihan keterampilan. Perdana Menteri Federasi Rusia, Dmitry Medvedev secara umum setuju dengan rekomendasi ini. Namun Dmitry Medvedev juga mengingatkan adanya ancaman lain terhadap masa depan pekerjaan dan kondisi stabilitas ekonomi global.

Baca Juga  Berikut Tanggapan Perry Warjiyo Terhadap Ekonomi Indonesia 5 Tahun Mendatang

“Dalam dunia yang terpadu erat dan saling terhubung ini, kita harus berupaya lebih banyak untuk benar-benar mengubah pertumbuhan ekonomi menjadi kemajuan sosial, yang mana masing-masing dan setiap orang berperan serta. Tampaknya ada tren yang terbalik. Globalisasi telah menciptakan banyak orang yang makmur, kaya, tetapi ketidakadilan sosial dan perbedaan tampaknya juga tumbuh,” kata Angela Merkel, Kanselir Jerman.

Merkel juga menyampaikan bahwa terdapat banyak jalur mengarah ke tujuan kondisi kerja yang layak untuk kehidupan yang lebih baik. Tetapi disisi lain masih terdapat banyak orang yang masih tersisihkan. Merkel mennyampaikan bahwa dalam 100 tahun kedepan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan ILO.

Baca Juga  Akibat Dari Ketegangan di Timur Tengah Harga Minyak Melonjak Naik
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here