Pada KTT ke-34 Jokowi Dorong Negara Anggota Asean Sepakati Konsep Indo-Pasifik ASEAN

0
ilustrasi via mediaindonesia com

KabarUang.com , Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada KTT Ke-34 ASEAN 2019 di Hotel Athenee Bangkok, mendorong negara-negara anggota ASEAN menyepakati pandangan bersama tentang konsep Indo-Pasifik ASEAN.

Konsep itu dinilai sangat penting untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Asia Tenggara yang telah berlangsung dengan baik di tengah berkembangnya dinamika geopolitik saat ini.

Saat bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc, Jokowi juga mendorong penyelesaian negosiasi batas zona ekonomi eksklusif (ZEE) antara Indonesia dan Vietnam. Isu itu menjadi krusial karena persoalan ZEE selalu muncul dalam pertemuan antara kedua negara.

Presiden berharap permasalahan itu diselesaikan segera. Jika tidak dirampungkan, hal itu berpotensi menimbulkan masalah bagi kedua negara. “Insiden-insiden yang terjadi antara otoritas keamanan laut kedua negara akhir-akhir ini merupakan salah satu dampaknya.

Baca Juga  Saya Memimpin Lompatan Kemajuan, dari B20 ke B100 Kata Jokowi

Saya berharap Yang Mulia dapat menginstruksikan kepada tim teknis Vietnam untuk dapat segera menyelesaikan perundingan batas ZEE,” tambah Presiden di sela-sela penyelenggaraan KTT, kemarin.

Dalam pertemuan itu, Jokowi juga menyampaikan penghargaan atas dukungan Vietnam terhadap pengembangan Outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik yang akan diadopsi dalam KTT itu. Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi, antara lain, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Di sisi lain, Mendag Enggartiasto mengatakan Menteri Perdagangan Negara-Negara ASEAN menyepakati Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional antara negara anggota ASEAN dapat diselesaikan pada 2019.

Baca Juga  Jokowi Izin Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Ada Yang Jadi Batu Sandungan

Outlook atau pandangan ASEAN mengenai Indo-Pasifik, yang merupakan usulan Indonesia, dilaporkan telah diadopsi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang berlangsung di Bangkok, Thailand, kemarin.

“Outlook ini mencerminkan sentralitas dan kekuatan ASEAN dalam menghormati prinsip-prinsip menjaga perdamaian, memperkuat budaya dialog, serta memperkokoh kerjasama,” kata Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Jokowi menyampaikan apresiasi terhadap semua negara ASEAN yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan Outlook tersebut.

Dia menuturkan, Outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik menjadi lebih penting artinya di tengah perkembangan dunia saat ini. “Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China belum membaik,” kata Jokowi, di mana dikhawatirkan perang dagang tersebut akan menjadi “multi-front war”.

Baca Juga  Pertumbuhan Startup China Siap Kalahkan Startup Milik AS

Lebih lanjut Jokowi mengatakan bahwa ASEAN harus kuat, ASEAN harus bersatu dan ASEAN harus mampu menjadi motor perdamaian dan stabilitas Asia Tenggara.

Selain isu Indo-Pasifik, dalam pertemuan Pleno KTT ASEAN, Jokowi juga mengajak penegasan komitmen ASEAN bagi penyelesaian perundingan Regional Economic Partnership Agreement (RCEP).

Jokowi menambahkan bahwa gedung baru kantor Sekretariat ASEAN telah selesai dibangun dan siap diresmikan pada 8 Agustus 2019, bertepatan dengan ulang tahun ASEAN ke- 52.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here