Momen Lebaran Jadi Ajang Alirkan Uang Senilai Rp 9,5 T ke Daerah

0

KabarUang.com, Jakarta – Momen lebaran 2019 menjadi ajang perputaran uang di daerah. Hal ini berarti ekonomi daerah meningkat saat Lebaran.

Ilustrasi via Tirto.Id

Daerah yang menjadi perputaran uang tersebut ialah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DI Yogyakarta), dan sebagian di daerah Sumatera (Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan). Sisanya mengalir ke daerah Sulawesi, Maluku, dan Kalimantan.


Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan jika setiap rumah mengantongi uang sebesar Rp 4 juta maka bisa dikatakan uang yang mengalir ke daerah pada tahun ini sekitar Rp 9,5 triliun.


“Jika setiap rumah tangga kita rata-ratakan membawa uang paling minim Rp 4 juta, maka uang yang mengalir ke daerah musim lebaran tahun 2019 ini diperkirakan mencapai Rp 9,5 triliun,”jelasnya.

Baca Juga  Penumpang MRT Jakarta Tembus 83 Ribu Dalam Sehari Selama Libur Lebaran


Jumlah uang tersebut belum termasuk remintasi dari TKI Indonesia yang bekerja di luar negeri yang jumlahnya hampir sembilan juta orang.


“Memang kita agak sulit membuat perhitungan gaji TKI kita di luar negeri karena masing masing negara berbeda-beda. Akan tetapi jika kita membuat perhitungan yang sederhana saja para TKI kita mengirimkan Rp 1 juta per orang menjelang Idul Fitri tahun ini, maka daerah akan menerima perputaran tambahan sebesar Rp 9 triliun, walaupun kecenderungannya dana tersbeut tidak akan dibenlanjakan semua,”jelas Salman pada Kamis (6/6) dilansir dari republikaonline.com.

Baca Juga  Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Ungkap Tentang 4 Investor Asal Luar Negeri


Sarman mengatakan kondisi ini akan membuat ekonomi daerah bergerak dan bergairah karena perputaran uang yang sangat tinggi sebagai dampak dari uang yang mengalir dari Kota Jakarta ke daerah tujuan mudik.


Beliau mengatakan momen ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam mendogkrak pertumbuhan ekonomi triwulan II-2019 yang diperkirakan mencapai 5,2%. Naik ketimbang pertubuhan ekonomi triwulan I-2019 sebesar 5,07%.


“Momentum perayaan Idul Fitri tahun ini diharapkan akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional triwulan kedua karena hampir 60% bersumber dari konsumsi masyarakat,”ujarnya.


Momen liburan Idul Fitri yang mencapai 11 hari juga dinilai sangat mendukung perputaran uang di daerah. Hal ini dikarenakan para pemudik lebih leluasa mengatur jadwal wisata di daerah masing-masing serta membelanjakan uang yang dibawa pada saat berwisata. Uang tersebut bisa bersumber dari gaji, tunjangan hari raya, bonus dan tabungan selama satu tahun.

Baca Juga  Mendag Sidak Pasar di Kota Bandung, Dan Ditemukan Harga Daging Berada Dikisaran Rp115.000 per Kilogram


“Namun, karena habis Idul Fitri langsung memasuki tahun ajaran baru yang memerlukan biaya masuk sekolah maka terbuka kemungkinan para pemudik agak sedikit ‘ngerem’ dan selektif dalam membelanjakan uangnya,”tutupnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here