Maskapai Asing Bisa Jadi Solusi Karena Harga Tiket Yang Masih Mahal

0
Ilustrasi Bandara Soekarno Hatta

KabarUang.com, Jakarta – Sejumlah kalangan sudah meminta agar kebijakan pemerintah dalam memperbaiki kinerja industri penerbangan ini segera mempertimbangkan lagi terhadap aspek kepentingan nasional. Wacana ini juga mendatangkan maskapai asing untuk menggarap rute domestik justru dinilai sebagai bentuk ketidakmampuan otoritas dalam mengelola bisnis penerbangan dalam negeri.

Pengamat penerbangan Cheppy Hakim juga mengatakan, rencana mengundang maskapai asing juga bertentangan dengan Konvensi Chicago 1944 mengenai asas sabotase penerbangan.

Menurut pendapatnya, memperbolehkan maskapai asing yang tengah melayani penerbangan domestik bertabrakan dengan artikel tujuh Konvensi Chicago 1944 yang menyebutkan bahwa negara memiliki hak untuk menolak atau dengan kata lain right to refuse.

Baca Juga  Jangan Bolos Karena Untuk PNS Tanggal 10 Juni Sudah Masuk Kerja

“Gambaran sederhananya, kalau kita undang maskapai asing, itu simbolisasi atau refleksi bahwa kita tidak punya kemampuan mengelola. Kenapa undang maskapai asing kalau kita bisa,” ungkap Cheppy di Jakarta belum lama ini seperti dikutip dari Okezone com.

Cheppy juga berpendapat, wacana untuk mengundang maskapai asing juga dilematis di tengah upaya pemerintah yang mengambil alih kepemilikan asing dari Ibu Pertiwi. Dia juga mencontohkan apa yang di lakukan pemerintah terhadap Freeport Indonesia.

Baca Juga  Tol Trans Jawa Padat , Kemenhub Budi Setiyadi Sebut Akibat Kenaikan Harga Pesawat

“Kita mengembalikan Freeport ke Ibu Pertiwi, tapi sekarang kita justru undang maskapai asing. Nanti uang ke sana (ke luar negeri). Nanti kita minta saham 51% dan mereka (maskapai asing) kewajiban bangun airport dan lain-lain,” papar Cheppy seperti dikutip dari Okezone com.

Dia juga menuturkan, harga tiket pesawat pada saat ini sebenarnya tidak melanggar ketentuan tarif batas atas atau yang disingkat dengan TBA, tetapi masyarakat sudah terbiasa ditawari tarif murah akibat persaingan usaha tidak sehat pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga  Investor Tumpuk Emas, Jadikan Logam Mulia Naik Level Tertinggi Investor

Menurut pendapatnya saat maskapai berbiaya murah ini bersaing untuk menjual tiket murah, bahkan lebih murah bila dibandingkan dengan kereta api dan juga kapal laut, semua pihak terkesan diam. Padahal, menurut pendapat dia, kondisi itu menunjukkan adanya sinyal ketidakberesan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here