Ilustrasi Tenaga Kerja via sinarharapan net

KabarUang.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia dan juga Pemerintah Jepang sudah sepakat menjalin kerja sama di bidang penempatan tenaga kerja berketerampilan spesifik atau juga Specified Skilled Worker atau yang disingkat dengan SSW untuk bekerja di Jepang.

Kesepakatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Cooperation atau yang disingkat dengan MoC oleh Menteri Ketenagakerjaan yakni M Hanif Dhakiri dan juga Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii.

Baca Juga  Pembangunan Capai 58,3%, LRT Akan Uji Coba Pertengahan 2019

“Kerja sama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja usia produktif di Jepang. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk mengisi jabatan-jabatan di sektor formal yang banyak dibutuhkan di Jepang,” ujar Hanif Dhakiri di Kantor Kemnaker, seperti dikutip dari Okezone com.

Dia juga sudah menuturkan, beberapa tahun ke depan, Jepang akan mengalami shortage tenaga kerja dan juga aging society. Karena itu untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dengan usia produktif, Jepang harus merekrut tenaga kerja asing.

Baca Juga  Walt Disney Akhirnya Akuisisi 21st Century Fox Senilai Rp 1.000 Triliun

Untuk menghadapi masalah tersebut, pada tanggal 1 April 2019, Pemerintahan Jepang mengeluarkan kebijakan baru terkait regulasi keimigrasian, yaitu residential status baru bagi SSW atau TKA berketerampilan spesifik yang akan bekerja ke Jepang. Melalui kebijakan residential status tersebut, Pemerintahan Jepang juga membuka peluang kerja pada sebanyak 14 sektor bagi tenaga kerja asing SSW.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here