Garuda Harus Rogoh Kocek Ratusan Juta Tapi Laporan Keuangannya Bermasalah

0
Ilustrasi Garuda via merahputih com

KabarUang.com, Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atau yang disingkat juga GIAA akhirnya resmi dikenakan sanksi terkait kasus penyajian Laporan Keuangan Tahunan atau yang disingkat dengan LKT pada tahun buku 2018, khususnya untuk pengakuan pendapatan atas perjanjian kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi yang sudah diindikasikan tidak sesuai dengan standar akuntansi.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK yakni Fahri Hilmi juga mengatakan, OJK sudah mengenakan sanksi administratif berupa denda kepada Garuda sebagai emiten, lalu direksi, serta komisaris, secara kolektif.

Baca Juga  PT Bursa Efek Indonesia Berencana Akan Menambah Kriteria Notasi Pada Kode Saham Emiten Yang Mengalami Persoalan

“Sebagai emiten dikenakan denda Rp100 juta. Direksi yang tanda tangan laporan keuangan dikenakan masing-masing Rp100 juta dan secara kolektif direksi dan komisaris minus yang tidak tanda tangan, di kenakan kolektif Rp100 juta,” kata Fahri di Jakarta kemarin seperti dikutip dari Okezone com.

Sementara Menteri Keuangan atau yang disebut juga dengan Menkeu yakni Sri Mulyani menjatuhkan sanksi kepada Akuntan Publik (AP) Kasner Siru mapea dan juga Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, kemudian Sutanto, lalu Fahmi, Bambang & Rekan, auditor laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk serta Entitas Anak Tahun Buku 2018.

Baca Juga  BUMN Rogoh Rp100 Miliar Untuk Pulangkan Sebanyak 250.000 Pemudik

Sekertaris Jenderal atau yang disingkat dengan Sekjen Kemenkeu Hadiyanto juga sudah menjelaskan, sanksi diberikan setelah Kemenkeu memeriksa Akuntan Publik dan juga KAP mengenai per masalahan laporan keuangan Garuda tahun buku 2018, khususnya pengakuan pendapatan atas adanya perjanjian kerja sama dengan Mahata yang diindi kasikan tidak sesuai standar akuntansi.

Sanksi yang juga sudah dijatuhkan berupa pembekuan izin selama 12 bulan terhadap AP Kasner Siru mapea dikarenakan sudah melakukan pelanggaran berat yang berpotensi berpengaruh signi – fikan terhadap opini Laporan Auditor Independen atau yang disingkat dengan LAI.

Baca Juga  Rupiah Tertekan ke Level Rp14.410/USD Akibat Isu Perang Dagang

“Ini sangat penting sebagai penjaga kualitas pelaporan keuangan yang digunakan oleh publik sebagai dasar dalam peng ambilan keputusan ekonomi,” jelasnya seperti dikutip dari Okezone com.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here