Ditengah Presiden AS Rencana Akan Hantam China Dengan Tarif Tambahan, China Akan Rilis ‘Blacklist’ Perusahaan

0
ilustrasi via cnbc indonesia com
ilustrasi via cnbc indonesia com

KabarUang.com , Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menghantam China dengan tarif tambahan pada produk senilai US$300 miliar asal negara tersebut. Kendati demikian, ia tetap membuka ruang negosiasi untuk mengakhiri perang dagang antara kedua negara itu.

“Pembicaraan kami dengan China, banyak hal menarik yang sedang terjadi.Kita lihat apa yang akan terjadi, saya bisa naikkan paling sedikit (tarif pada produk China) US$300 miliar dan saya akan melakukan pada waktu yang tepat,” ujar Trump dikutip dari Reuters, Jumat (6/6).

Trump menambahkan China kemungkinan ingin membuat kesepakatan dengan AS, sementara kesepakatan dengan Meksiko dapat berakhir buruk. Selain dengan China, AS juga baru saja mengibarkan perang dagang dengan Meksiko melalui ancaman pengenaan tarif impor pada seluruh barang asal negara tersebut.

Baca Juga  Inflasi Bulan Juni 0,53%, Cabai Merah Pemicunya Menurut Survei BI

Menanggapi ancaman Trump, China mengaku bakal berjuang hingga akhir jika Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk meningkatkan ketegangan perang dagang antara kedua negara. Ancaman AS tersebut dinilai menyebabkan kemunduran serius pada negosiasi dagang antara kedua negara.

“Penggunaan ‘tekanan pamungkas’ Amerika Serikat telah menyebabkan kemunduran serius dalam perundingan perdagangan, dan arah pembicaraan di masa depan akan tergantung pada Washington,” kata Gao Feng, juru bicara Kementerian Perdagangan China.
China juga mengaku harus mengadopsi tindakan penanggulangan yang diperlukan jika Amerika Serikat memutuskan untuk meningkatkan ketegangan perdagangan secara sepihak.

Tensi perang dagang semakin memanas sejak AS kembali menaikkan tarif impor pada produk senilai US$200 miliar menjadi 25 persen di tengah negosiasi dagang antara kedua negara. China kemudian membalas dengan membuat daftar hitam perusahaan AS.
Kementerian Perdagangan China juga bakal merilis daftar hitam bagi perusahaan Amerika Serikat yang menjadi respons atas perang dagangkedua negara nantinya tidak menganggu iklim perdagangan pasar dunia.

Baca Juga  HM Sampoerna Sedang Tebar Dividen Sebanyak Rp117,2 persahamnya

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng.

“Tujuannya adalah untuk menjaga pasar kompetitif yang adil,” ucap Feng, dikutip dari AFP, Kamis (6/6).

Menurutnya, daftar hitam yang saat ini tengah disusun dan akan diumumkan pada Jumat (7/6), tidak akan mengarah pada perusahaan-perusahaan tertentu. Sebab, kementeriannya tidak menargetkan sektor atau perusahaan tertentu. Bahkan, ia mengatakan perusahaan yang secara umum telah mengikuti aturan pasar internasional tidak perlu khawatir dengan rencana penyusunan daftar hitam ini. Meski begitu, kepastian daftar hitam itu masih terus disusun.

“Daftar ini adalah sistem normatif yang dirancang sebagai reaksi terhadap praktik yang mendistorsi pasar untuk tujuan nonkomersial,” ungkapnya.

Baca Juga  Digeser Jadi Bos Baru Telkomsel Ini Dia Dirut SMI Emma Sri

Lebih lanjut ia menekankan ketegangan hubungan dagang dengan AS akan terus berlangsung bila Negeri Paman Sam terus berupaya meningkatkan gesekan perdagangan antar kedua negara.

“Jika AS terus-menerus terus meningkatkan gesekan perdagangan, China akan mengambil tindakan balasan yang diperlukan dan secara tegas membela kepentingan bangsa dan rakyat kita,” katanya.

Sementara para analis memperkirakan perusahaan yang akan masuk daftar hitam merupakan perusahaan yang bisnisnya bersinggungan langsung dengan Huawei. Huawei merupakan perusahaan teknologi raksasa asal China yang sempat dituding oleh AS atas alasan keamanan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here