Dikabarkan Bahwa Sri Mulyani Akan Pangkas Pajak Rumah Serta Kendaraan Mewah

0
Ilustrasi Sri Mulyani via tirto id

KabarUang.com, Jakarta – Setelah menurunkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau yang disingkat dengan PPnBM atas rumah mewah, lalu apartemen, kemudian kondominium, dengan pertimbangan untuk mendorong pertumbuhan sektor properti, pemerintah juga berencana akan menurunkan Pajak Penghasilan atau yang disebut juga dengan PPh atas penjualan rumah dan juga apartemen dengan harga di atas Rp30 miliar kendaraan bermotor dengan harga di atas angka Rp2 miliar menjadi 1%.

Penurunan itu juga tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 92/PMK.03/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK No. 253/PMK.03/2008 tentang Wajib Pajak Badan Tertentu Sebagai Pemungut Pajak Penghasilan dari Pemberli Atas Penjualan Barang yang Tergolong Sangat Mewah. Demikian dikutip dari Okezone com, Selasa (25/6/2019).

Baca Juga  Sri Mulyani Akui Tingkat Partisipasi Tabungan Masyarakat RI Masih Rendah

Dalam PMK ini juga disebutkan seperti dikutip dari Okezone com, bahwa barang yang tergolong sangat mewah di antaranya adalah: a. rumah beserta tanahnya, dengan harga jual atas harga pengalihannya lebih dari Rp30 miliar atas luas bangunan lebih dari 400m2 (empat ratus meter persegi); b. apartemen, kondominium dan sejenisnya dengan harga jual atau pengalihannya lebih dari Rp30 miliar (tiga puluh miliar rupiah) atas luas bangunan lebih dari 150m2 (seratus lima puluh meter persegi); c. kendaraan bermotor roda empat pengangkutan orang kurang dari 10 orang, dengan harga jual lebih dari Rp2 miliaratau dengan kapasitas silinder lebih dari 3.000cc; dan d. kendaraan bermotor roda dua dan tiga, dengan harga jual lebih dari Rp300 juta atau dengan kapasitas silinder lebih dari 250cc.

Baca Juga  Season Lebaran Pos Indonesia Masih Tetap Berikan Pelayanan Yang Prima

Besarnya Pajak Penghasilan terhadap barang yang tergolong sebagai barang mewah sebagaimana dimaksud adalah seperti dikutip dari Okezone com :

  1. 1% dari harga jual tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM) untuk a dan b;
  2. 5% dari dari harga jual tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM) untuk huruf c dan d.
Baca Juga  Menhub Pantau Tarif Ojek Online Yang Mahal Dan Beri Waktu Satu Minggu

Pajak Penghasilan ini juga sebagaimana yang dimaksud dapat diperhitungkan sebagai pembayaran Pajak Penghasilan dalam tahun berjalan bagi Wajib Pajak yang melakukan pembelian barang yang sudah tergolong sangat mewah.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here