Cara Paling Mudah Investor Pemula Untuk Berinvestasi Di Pasar Modal Bisa Dimulai Dengan Membeli Reksa Dana

0
Ilustrasi Belajar Investasi Reksadana via youtube com

KabarUang.com, Jakarta – Bagaimana cara untuk berinvestasi di pasar modal? Pertanyaan ini sering kali muncul dari masyarakat yang ingin mencoba berinvestasi di pasar modal.

Cara paling mudah bagi investor pemula untuk bisa berinvestasi di pasar modal bisa dimulai dengan membeli reksa dana atau berinvestasi melalui produk dari reksa dana ini.

Reksa dana adalah suatu produk investasi yang dikelola Manajer Investasi atau yang disingkat dengan MI. Perusahaan MI mengelola dana investasi milik investor ke produk-produk pasar modal seperti saham, lalu obligasi, dan juga produk-produk pasar uang.

Baca Juga  Sri Mulyani Mulai Optimalisasi Penerimaan Negara Sampai Kemudahan Untuk Berusaha

Jadi, investor yang membeli reksa dana, tidak perlu pusing memilih produk pasar modal yang belum dikuasainya. Cukup untuk mempercayakan kepada MI yang memang ahli dalam mengelola dana investasi.

Perusahaan pengelola dana MI ini juga akan menjual produk reksa dana dalam bentuk unit penyertaan (UP). Nilai satu lembar UP akan berfluktuasi mengikuti nilai portofolio yang menjadi underlying reksa dana.

Dalam menerbitkan reksa dana, MI ini juga sudah bekerjasama dengan Bank Kustodian (BK) dengan membentuk Kontrak Investasi Kolektif atau yang disingkat dengan KIK.

KIK ini juga mengatur wewenang MI sebagai pengelola dana, dan juga BK sebagai bank tempat mengadministrasikan dana milik investor. Jadi dana nasabah dan MI berada dalam rekening yang terpisah sehingga nantinya pengelolaannya relatif aman.

Baca Juga  Punya Modal Dana 1jt? Tapi Ingin Berinvestasi? Yuk Coba 4 Jenis Investasi Ini

MI yang tengah mengelola produk reksa dana mendapatkan izin operasi dari Otoritas Jasa Keuangan atau yang disingkat dengan OJK dan diawasi oleh OJK. BK juga berada dalam pengawasan OJK.

Ada empat jenis reksa dana yang bisa dipilih investor, yakni reksa dana saham, kemudian reksa dana campuran, lalu reksa dana pendapatan tetap, dan juga reksa dana pasar uang. Jenis reksa dana ini bisa dipilih dengan mempertimbangkan profil risiko tiap investor, dan juga jangka waktu investasi masing-masing.

Baca Juga  RI Mulai Bidik Investasi USD5 Miliar Dari Uni Emirat Arab

Semakin agresif atau toleransi terhadap risiko makin tinggi, investor bisa memilih reksa dana yang memiliki potensi return yang tinggi dengan risiko yang tinggi pula, yakni di jenis reksa dana saham.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here