Rudy Ramli Pertanyakan Nilai Penjualan Saham SCB di Bank Permata

0
Ilustrasi Bank Permata via presidentpost id

KabarUang.com, Jakarta – Pemilik Bank Bali yakni Rudy Ramli juga sudah meminta agar proses penjualan saham Bank Permata oleh Standart Chartered Bank dihentikan atau dengan kata lain suspend.

“Saya meminta agar proses penjualan saham itu dihentikan, dan OJK melakukan investigasi khusus. Segera,” kata Rudy Ramli seperti dikutip Okezone com.

Bank Bali, adalah salah satu bank yang digabungkan menjadi Bank Permata, bersama empat bank yang lain yakni seperti Bank Umam Nasional, lalu Bank Media, kemudian Bank Patriot, serta juga Bank Universal. Bank Bali juga kini menjadi leader dalam proses merger tersebut.

Baca Juga  Penerbangan Terbesar Kedua di India Menyerah Menerbangkan Penumpang Karena Faktor Finansial

Usaha pemindahan kepemilikan saham Bank Permata milik Standard Chartered Bank atau yang disebut juga dengan SCB, sangat diharapkan dilakuan secara transparan. Rudy juga sangat berharap otoritas yang berwenang, untuk bisa menggunakan kekuasaannya untuk investigasi, karena lima alasan utama yaitu transparansi, kemudian keadilan dan juga kebenaran, mempertahankan aset bangsa, serta mencegah terulangnya kasus yang sama demi kehormatan bangsa.

Akan tetapi kata dia, persoalannya adalah ketika masuk kelolaan BPPN, Bank Bali dilikuidiasi yakni senilai Rp11,89 triliun. Nilai tersebut juga sangat jauh lebih besar dari harga beli yang dikeluarkan Standard Chartered, yakni hanya sebesar Rp 2,77 triliun.

Baca Juga  OJK Mulai Batasi Akses Data Digital Pribadi Pinjaman Online

“Sehingga ada potensi kerugian negara sekitar Rp9 triliun,” lanjut Rudy seperti dikutip dari Okezone com.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here