Wall Street Mixed Kini Tertahan Oleh Saham Alphabet

0
Ilustrasi Wall Street via ft com

KabarUang.com, Jakarta – Saham-saham di Wall Street sudah mulai bervariasi pada penutupan perdagangan pada tanggal 30 April 2019, karena para pelaku pasar sudah mulai mencerna gelombang baru laporan laba sejumlah perusahaan, di antaranya ada juga saham Alphabet yang jatuh akibat pertumbuhan iklan Google melambat, di samping memantau data ekonomi yang terbaru.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik sekitar 38,52 poin atausetara 0,15%, menjadi berakhir di angka 26.592,91 poin. Indeks S&P 500 bertambah sebanyak 2,80 poin atau setara 0,10%, menjadi ditutup di angka 2.945,83 poin. Sementara Indeks Komposit Nasdaq turun sebanyak 66,47 poin atau setara dengan 0,81%, menjadi berakhir pada angka 8.095,39 poin, seperti dilansir juga dari okezone com, pada hari Rabu (1/5/2019).

Baca Juga  Kementan Gelar Operasi Pasar Untuk Stabilkan Harga

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 kini ditutup lebih tinggi, dengan utilitas, kebutuhan pokok konsumen, dan juga real estat naik lebih dari sekitar 1%, memimpin keuntungan. Akan Tetapi, sektor jasa komunikasi turun sebanyak 2,56%, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

Saham Alphabet kini juga jatuh lebih dari sebanyak 7,0% setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal pertamanya tidak memenuhi harapan pasar. Pendapatan yang lebih lemah terutama dapat didorong oleh pertumbuhan penjualan iklan yang melambat di Google, menurut pandangan perusahaan.

Baca Juga  Instititute for Energy Economics and Financial Analys Nilai PLN Tengah Alami Kesulitan Finansial

Saham Apple juga turun sebanyak 1,93% pada penutupan, menjadi penghambat terbesar Dow. Akan tetapi, sahamnya melonjak lebih dari sebanyak 5,0% dalam perdagangan after-hours atau yang artinya setelah penutupan perdagangan reguler, setelah pembuat iPhone itu menerbitkan panduan kuat pada kuartal berikutnya.

Saham General Electric dan juga McDonald’s menguat pada perdagangan pada hari Selasa (30/4/2019) karena hasil kuartalan mereka juga kini lebih kuat dari perkiraan para analis.

Baca Juga  Bisnis Waralaba Atau Franchise Kini Semakin Melesat Usai Pemilu 2019
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here