President Grab Indonesia Bekerja Sama Dengan Pihak Ketiga Untuk Pastikan Keamanan Data Pengguna Terlindungi Dengan Baik

0
Ilustrasi Ridzki Kramadibrata via krjogja com

KabarUang.com, Jakarta – President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata memastikan keamanan data pengguna terlindungi dengan baik. Untuk memastikan keamanannya, Grab bekerja sama dengan pihak ketiga.

Ridzki juga mengatakan pihaknya kerap melakukan peninjauan terlebih dahulu sebelum membagikan data pengguna kepada pihak ketiga.

“Keamanan data benar-benar dilindungi dari kami bukan hanya untuk Grab melainkan juga data penggunanya,” kata Ridzki kepada awak media di Perpustakaan Universitas Indonesia.

“Walaupun kami kerja sama dengan partner [pihak ketiga], kami akan sharing data lebih kepada perilaku pelanggannya selain itu sebelum sharing data juga kita ada studi terlebih dahulu. Itu semua yang jadi prinsip kami.”

Baca Juga  Sekitar 28 Juta Pekerjaan di ASEAN Bakal Diambil Alih Oleh Mesin, Siap-Siap

Ridzki sempat menyinggung bahwa ada beberapa pihak yang meminta data mitra pengemudinya untuk keperluan penelitian. Namun, jika pengemudi tidak berkenan, Grab tidak akan memberikan data itu.

“Bahkan yang melakukan penelitian kepada mitra pengemudi misalnya, hal-hal seperti itu pun kami hati-hati. Tanpa concern dari pengemudi, kami tak akan berikan,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Excecutive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan juga ikut menanggapi hal terkait perlindungan data pengguna. Dia mengatakan bahwa Grab telah memastikan pengolahan dan pengelolaan data pengguna sesuai dengan regulasi yang ada.

Baca Juga  Legalisasi Ganja untuk Pengobatan Medis Timbulkan Kebingungan di Thailand

Lebih lanjut, Ongki menegaskan Grab tidak akan membagikan data yang menyangkut Personally Identifying Information (PII).

“Jadi kami pastikan pengolahan dan pengelolaan data sesuai dengan regulasi yang ada. Kami selalu sangat hati-hati dengan posisi kami bahwa kita tidak akan share data yang menyangkut PII [Personally Identifying Information],” tuturnya.

Isu terkait keamanan data pengguna masih menghantui masyarakat. Baru-baru ini kasus serangan spyware yang menyerang melalui fitur call di WhatsApp untuk tujuan mengambil data pengguna tengah hangat diperbincangkan.

Baca Juga  Hari Ini Stasiun MRT Bundaran HI Sampai Senayan Ditutup

Security Technical Consultant Prosperita ESET Indonesia Yudhi Kukuh mengungkapkan bahaya yang mengintai pengguna WhatsApp jika terkena spyware, peretas bisa mengambil data dari akun pengguna layaknya akun Ovo dan Gojek.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here