ilustrasi via uzone id
ilustrasi via uzone id

KabarUang.com , Jakarta – Pemudik harus memahami tubuh tidak bisa dipaksa mengemudi seharian, ada kalanya letih yang berujung kantuk datang dan mengganggu perjalanan. Tidak selamanya memforsir tenaga menguntungkan, pemudik sebijaknya mengetahui tubuh butuh istirahat berkala.

Musuh terbesar saat kantuk datang yaitu pengemudi kehilangan konsentrasi. Hal itu bisa berujung kekurangan ‘pikiran jernih’ dan menurunnya respons pada kondisi sekitar yang berpotensi menimbulkan bahaya.

Perlu diingat sopir adalah pemimpin pengambil keputusan di perjalanan yang bakal menentukan faktor keselamatan berkendara buat setiap penumpang.

Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan jika mengikuti jam biologis, tubuh biasanya bakal mengalami keletihan pada waktu tertentu, yaitu pukul 13.00, 15.00, dan 18.00. 

Baca Juga  Apa Maksud Kunjungan Menteri Lingkungan Norwegia ke Indonesia ?

Pada waktu tersebut, menurut Sony, pengemudi akan merasa letih dan mengantuk sehingga perlu istirahat. “Kalau ikuti jam biologisnya manusia, akan drop jam segitu. Maka harus istirahat pada jam-jam tersebut,” kata Sony saat dihubungi melalui telepon.

Atas alasan keselamatan, Sony mengatakan sebaiknya sopir menepi atau menuju lokasi peristirahatan. Cari tempat yang nyaman untuk merenggangkan badan atau berolahraga ringan agar peredaran darah pada tubuh lancar. 

Istirahat perlu, namun menurut Sony jangan terlalu lama. Dia menyarankan waktu istirahat jangan lebih dari 30 menit.

Baca Juga  Indosat Luncurkan Fitur Baru, Program Edukasi IDCamp

“Kalau istirahat lebih dari 30 menit feel mengemudi pasti bakal hilang. Makanya misal lebih dari 30 menit, mending sopir itu tidur benaran untuk dapat energi yang lebih baik. Satu jam gitu tidur biar bugar kembali,” kata Sony.

Ia mengatakan mengemudi saat puasa bikin seseorang tidak punya durasi masksimal. Dia mengandaikan, pada kondisi normal seseorang bisa mengemudi selama empat jam ‘non stop’ sedangkan saat puasa harus dikurangi setengahnya.

“Kalau puasa gini ya mengemudi maksimal dua jam, terus istirahat. Tapi ya semua memang tergantung kondisi tubuh masih-masing,” ucap dia.

Baca Juga  Dari Data Pekerjaan AS Ternyata Bisa Angkat Wall Street Juga

Sony menambahkan sopir harus waspada saat terlalu memforsir tenaganya buat nyetir. Ia bilang letih berlebihan dapat menyebabkan ‘microsleep‘, hingga sakit kepala. “Bahkan sampai ada yang sakit kepala. Karena memaksakan aktivitas di mana dia harusnya istirahat,” kata Sony.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here