Menkeu Sri Mulyani Targetkan Defisit APBN Tahun Depan Bisa Ditekan 1,52-1,65% dari PDB

0

KabarUang.com , Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun depan bisa ditekan menjadi di rentang 1,52-1,65 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka defisit ini lebih kecil dibandingkan target defisit tahun ini sebesar 1,84 persen dari PDB.

“Arah kebijakan makro kita di 2020, defisit (anggaran) sebesar 1,52-1,65 persen dari PDB. Defisit dikendalikan pada batas aman,” ujarnya, Selasa (30/4).

ilustrasi via tribunnews com
ilustrasi via tribunnews com

Hingga 31 Maret 2019, Kemenkeu mencapai defisit anggaran mencapai Rp102 triliun atau 0,63 persen dari PDB. Secara tahunan, defisit kuartal I 2019 lebih tinggi dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu yang sebesar 0,58 persen dari PDB.

Baca Juga  Harga Emas Berjangka Yang Sedang Berjaya di Tengah Kabar Jatuhnya Wall Street

Sementara itu, target rasio pajak (tax ratio) pada 2020 ditargetkan berada di kisaran 11,8 persen-12,3 persen dari PDB. Sedangkan tahun ini, rasio pajak ditargetkan menyentuh angka 12,2 persen dari PDB.

Ia mengatakan tema kebijakan fiskal 2020 adalah APBN untuk akselerasi daya saing melalui inovasi dan penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu, arah kebijakan makro fiskal ditujukan untuk mobilisasi pendapatan melalui peningkatan penerimaan perpajakan dan reformasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Selain itu, defisit dikendalikan pada batas aman dan keseimbangan primer didorong positif.

Baca Juga  Kemenkeu Jelaskan APBN 2020 Masih Jadi Tantangan Ditengah Lemahnya Perekonomian Global

“Rasio utang dijaga pada kisaran 30 persen dari PDB dan diupayakan menurun,” imbuhnya.

Sedangkan untuk proyeksi indikator makro ekonomi lainnya, pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,3-5,6 persen lebih tinggi dari target tahun ini yaitu 5,3 persen. Lalu, inflasi pada posisi 2-4 persen dari tahun ini sebesar 3,5 persen.

Lebih lanjut, nilai tukar rupiah dipatok pada rentang Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per dolar AS dan perkiraan harga ICP sebesar US$60-US$70 per barel.

Baca Juga  Anggaran Kemenkeu Akan Naik Pada 2020 Untuk Gaji Dan Tukin PNS Baru

Namun demikian, target tersebut belum merupakan angka final, lantaran pemerintah masih dalam proses penyusunan APBN 2020.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here