Mahasiswa UGM Kembangkan Aplikasi Game Meet Pharmy Untuk Kenalkan Profesi Apoteker

0
ilustrasi via siedoo com
ilustrasi via siedoo com

KabarUang.com , Jakarta – Delapan mahasiswa UGM mengembangkan aplikasi game Meet Pharmy untuk mengenalkan profesi apoteker pada anak-anak. Aplikasi ini memiliki sejumlah fitur terkait tiga penyakit paling sering diderita anak, yaitu batuk, pilek, serta demam. Ada pula fitur untuk orang tua memuat informasi seputar penyakit. Pharmy adalah tokoh apoteker dalam game. Dia mentransfer informasi kesehatan bagi anak-anak.

“Pharmy akan memberikan resep dan juga menjelaskan pentingnya menjalankan gaya hidup sehat agar tidak mudah terserang penyakit,” kata Ris Heskiel Najogi Sitinjak, salah satu mahasiswa dalam tim pengembang.

Aplikasi ini menerima medali emas kategori Medicine and Public Health dalam ajang Thailand Inventors’ Day 2019 pada 2-6 Februari di Bangkok.

Ada pula lima mahasiswa universitas yang sama, sedang mengembangkan aplikasi rekam medis. Aplikasi ini menyimpan riwayat medis kesehatan pasien dalam bentuk digital, terutama bagi korban bencana. Jika pemakai aplikasi menjadi korban bencana di manapun, tenaga kesehatan yang menolongnya bisa melihat riwayat kesehatan korban melalui telepon pintarnya.

Baca Juga  Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi Ungkapkan Sejumlah Peluang Usaha Musiman Terbuka Saat Bulan Ramadhan

Dengan informasi itu, bantuan kesehatan yang diberikan akan lebih tepat. “Ketika terjadi bencana, relawan memberikan bantuan penanganan kesehatan bagi korban. Namun, penanganan tanpa rekam medis bisa menyebabkan mal praktik bahkan kematian,” kata Nadya Anggraini, salah satu pengembang.

Aplikasi ini memenangkan Gold Medal dan Taiwan Special Award dalam World Young Inventors Exhibition dalam International Invention, Innovation & Technology Exhibition (ITEX) 2019 pada 2-4 Mei 2019 di Malaysia. Dalam kreativitas digital, nampaknya Indonesia memiliki masa depan yang menjanjikan. Dalam satu tahun, ada belasan aplikasi dan game baru kreasi mahasiswa, hanya dari UGM saja, yang memenangkan berbagai penghargaan internasional. Tantangan ke depan adalah, bagaimana menjadikan kreativitas itu masuk dunia industri.

Baca Juga  Investasi Di Sektor Industri Diyakini Terus Menggeliat Seusai Perhelatan Pemilu 2019

Pemerintah mengakui, industri digital memiliki prospek besar. Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor, Kementerian Perdagangan, Marolop Nainggolan mengatakan dukungan sepenuhnya akan diberikan untuk sektor ini.

“Kami ingin mengembangkan potensi ini ke arah yang lebih lagi. Sekarang sudah ada dana masuk dari luar karena jualan digital mereka. Tetapi karena potensinya besar, kita ingin lebih lagi. Kita ingin mendukung semua yang punya minat di situ, untuk jualan digital ke luar negeri. Saya lihat, hal-hal kecil mereka butuh juga, misalnya pendampingan untuk negosiasi dengan calon buyer,” kata Marolop.

Marolop menyampaikan itu dalam perbincangan usai diskusi “Jualan Digital ke Luar Negeri”, pada Kamis (16/5) petang di Yogyakarta. Diskusi ini dihadiri komunitas industri digital Yogyakarta, khususnya para pengembang aplikasi dari kalangan anak muda.

Baca Juga  Hari Ini Stasiun MRT Bundaran HI Sampai Senayan Ditutup

Masalahnya, kata Marolop, pemerintah belum memiliki data lebih rinci mengenai industri digital Indonesia. Sektor ini telah berkembang secara alami dan tidak cukup terekspos. Anak-anak muda dari kamar mereka mampu menyediakan jasa ini. Melalui jaringan internet, hubungan dengan pembeli di luar negeri terjalin. Lalu lintas produk dari dalam negeri dan uang dari luar tidak terdeteksi. Datanya, kata Marolop, beda sekali misalya dengan sektor usaha kecil kerajinan yang tersusun sangat baik.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here