Kreativitas Dan Resolusi Hajar Aswad Merupakan Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW

0
Ilustrasi Gurun Pasir via travel tribunnews com

KabarUang.com, Jakarta – Pada saat Kota Makkah dilanda banjir besar, bangunan Kabah runtuh. Kaum Quraisy pun juga jadi bergotong-royong untuk membangun kembali bangunan tersebut.

Konflik antara pemuka-pemuka Quraisy terjadi pada saat akan meletakkan kembali Hajar Aswad ke tempatnya. Meletakkan Hajar Aswad adalah suatu kemuliaan bagi bangsa Arab Quraisy dan juga membawa kemuliaan pula terharap suku yang meletakkannya. Konflik itu juga hampir saja membawa perang saudara di antara mereka semua.

Akhirnya mereka juga membuat kesepakatan, siapa saja yang pertama masuk ke Masjidil Haram, orang itulah yang akan memutuskan suku mana yang berhak meletakkan Hajar Aswad. Saat mereka menunggu orang yang dimaksud, yakni Nabi Muhammad SAW bin Abdullah masuk ke dalam Masjidil Haram. Mereka pun langsung bersepakat mengangkat Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan gelar Al Amin atau yang artinya yang dapat dipercaya untuk membuat suatu keputusan.

Baca Juga  Mendag Pastikan Harga Pangan Stabil Selama Ramadhan dan Lebaran

Setelah mendengar masalah yang dihadapinya para kabilah, Nabi Muhammad SAW segera membentangkan sehelai kain surban dan juga meletakkan Hajar Aswad di tengah-tengah sorban itu. Beliau meminta semua ketua kabilah memegang di setiap penjuru surban itu, lalu mengangkatnya bersama-sama. Pada saat sampai di tepi kabah, Muhammad mewakili semua suku meletakkan batu itu di tempat asalnya lagi. Semua kaum merasa puas dengan langkah yang diambil Nabi sungguh sangat bijak dan juga adil.

Kata ‘pikir’ hadir dalam bentuk kata kerja menurut tata bahasa Indonesia. Hal ini juga jelas jelas sangat menunjukkan pikir adalah sebuah kerja yang subjektif dan perlu disandarkan kepada sebuah objek untuk memperoleh maksudnya. Sebagai contoh, yakni Ahmad berpikir tentang alam semesta. Kalimat itu sudah cukup jelas menunjukkan Ahmad yang sedang berpikir tentang kejadian alam. Sebaliknya, jika kalimat itu tidak dinyatakan objeknya, misalnya saja seperti Ahmad berpikir, kalimat itu kurang jelas dan juga menjadi menggantung walaupun sangat mudah dipahami.

Baca Juga  Kantor Pertamina Akan Segera Pindah Ke Gedung Milik Menko Luhut

Dalam perspektif bisnis, kreativitas adalah suatu gabungan aspek pemikiran, personality dan juga hubungan antara motivasi, pemikiran dengan pribadi tertentu (Encyclopedia of Creativity Vol 1 p511). Seorang sarjana Barat, yakni Richard E Ripple (1989) menguraikan definisi kreativitas sebagai gabungan kemampuan, keahlian, lalu motivasi, dan juga sikap.

Seperti dikutip dari buku ‘Jejak Bisnis Rasul’ yang diterjemahkan dari ‘Jejak Bisnes Rasul’ karya Muhammad Sulaiman, Ph.D. dan juga karya dari Aizuddinnur Zakaria terbitan PTS Profesional Publishing Malaysia pada tahun 2010, Islam juga segera menyarankan pemikiran kreatif seperti berijtihad dalam masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Ingin Usaha Dengan Modal Sendiri? Coba Gunakan Strategi Ini

Nabi juga pernah berkata, “Berijtihadlah berdasarkan ilmumu dan berdiskusilah dengan manusia melalui ilmu dan hikmah (kebaikan).” Hal itu seperti diriwayatkan Al-baihaqi dan juga Abu Bakar.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here