Kelima kalinya, Pemkot Mataram Kembali Raih Predikat WTP

0

Ilustrasi Kota Mataram

KabarUang.com, Jakarta – Pemerintah Kota Mataram, NTB Raih kembali Predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan untuk yang kelima kalinya.

Predikat tersebut di terima langsung oleh Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana yang bertindak sebagai Plt Wali Kota Mataram, saat penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2018 Dari Kepala BPK Perwakilan NTB Hery Purwanto di Kantor BPK Perwakilan NTB, Mataram, Jumat (24/05/2019).

Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK terhadap LKPD Kota Mataram Tahun Anggaran 2018 masih menemukan beberapa hal yang menjadi catatan untuk ditindaklanjuti.

“Dari catatan itu ada tiga hal yang paling menonjol,” katanya.

Dari tiga hal tersebut terkait kekurangan volume pada pekerjaan di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD), ketidaksesuaian belanja hibah atas 15 pekerjaan pada dua OPD, serta pengelolaan pendapatan atas pajak reklame yang belum diterima dan mendapatkan potensi denda keterlambatan atas pajak reklame yag belum terbayarkan.

Baca Juga  Warren Buffet Bagi Tips Bagi Anak Muda Untuk Kelola Uangnya Lebih Baik 50% Dari Sekarang

Meski demikian berdasarkan hal-hal yang menjadi pertimbangan untuk menilai kewajaran laporan keuangan. BPK Perwakilan NTB menyatakan Kota Mataran mendapatkan predikat WTP untuk LKPD Tahun Anggaran 2018. Sedangkan catatan-catatan yang diberikan diharapkan dapat menjadi perhatian dan diikuti dengan tindak lanjut sesuai yang disarankan BPK.

“Rekomendasi BPK selambat – lambatnya 60 hari sejak LHP diterima”, katanya.

Mohan Roliskana mengatakan predikat WTP adalah sebagai pemacu semangat untuk mempertahanan kualitas dan kinerja pelayanan publik, khususnya dalam pengelolaan keuangan.

“Tanggung jawab kita dari waktu ke waktu terus bertambah, tapi bila ada predikat lebih tinggi lagi dari WTP, tentunya itu menjadi tantangan yang harus dicapai,” katanya.

Baca Juga  Bappeti Keluarkan Peraturan Baru Terhadap Pasar Fisik Emas Digital

Ketua DPRD Kota Mataram H didi Sumardi yang hadir dalam acara tersebut juga menyampaikan disampaikan bahwa Pemerintah Kota Maratam maupun Legislatif memiliki tradisi untuk menyelesaikan sesegera mungkin untuk setiap rekomendasi yang diberikan.

“Perolehan predikat WTP menurutnya, juga membawa semangat lebih kuat untuk mewujudkan akuntabilitas pengelolaan keuangan yang tidak hanya mengejar target WTP semata melainkan juga korelasi antara predikat dan kualitas”, katanya.

Sementara itu Wakil Gubernur NTB HJ Siti Rohmi Djalilah dalam sambutannya menyampaikan untuk mempertahankan predikat yang sudah baik adalah hal yang lebih sulit.

“Terutama dari sisi tanggung jawab moral, karena sekali mendapat predikat WTP maka masyarakat akan menuntun untuk tetap WTP, yang bila tidk maka akan menjadi catatan negatif,” katanya.

Baca Juga  Usai Lebaran, Ada Baiknya Lihat Kembali Sisa Dana Untuk 'Bertahan Hidup'

NTB merupakan satu dari dua provinsi di wilayah Indonesia timur yang baik pemerintah provinsi meaupun kabupaten/kota selruhnya mendapat predikat WTP. Namun, meilhat dari catatan catatan yang berkutat pada soal aset peninggalan masa lalu atau pekerjaan yang tidak cukup volume-nya, Rohmi berharap ke depan hal-hal semacam itu dapat disikapi bersama supaya dapat ditemukan solusinya, dan tidak menadi PR terus-menerus dari tahun ke tahun.

“Dengan demikian ke depanya meskipun masih harus mendaoat predikat WTP tapi degan kualitas yang lebih baik”, katanya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here