Hadapi 4.0 Kemenperin Gandeng Jerman untuk Gelar Sejumlah Pelatihan

0

KabarUang.com, Jakarta – Pertama kalinya Kementrian Perindustrian gandeng Pemerintah Jerman untuk menyelenggarakan pelatihan Mater Trainer yang bersertifikat Internasional di Indonesia. Hal ini diadakan dalam rangka hadapi industri 4.0.

Kabarnya program ini digelar untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia untuk menyambut era revolusi industri 4.0 yang dilaksanakan dalam bentuk pelatihan atau magang di industri. Kemenperin sudah menyiapkan beberapa program untuk hadapi industri 4.0.


“Kemenperin menetapkan 10 program prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Salah satu langkahnya adalah pengembangan SDM yang kompeten sesuai kebutuhan dunia industri,”ujar Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar lewat keterangannya di Jakarta, pada Minggu.

Baca Juga  Berlibur Jadi Salah Satu Impian Milenial Dari Penatnya Pekerjaan


Pelaksanaan pelatihan Master Training itu melibatkan sejumlah pemangku kepentingan untuk menyukseskan program tersebut, yakni Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (Bksp) Jawa Timur serta Kadin Jawa Tengah.


Bukan hanya itu saja, Pemerintah Jerman Deutsche Gasellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Industrie-und HandeIskammer (IHK/KADIN Jerman) Trier, dan The German-Indonesian Chamber of Industry and Commerce (EKONID) juga dilibatkan.

Baca Juga  Jelang Mudik, Pertamina Pastikan Stok BBM di Tol Lintas Sumatera Tercukupi


Pelatihan tersebut sudah berlangsung sejak 22 April hingga 3 Mei 2019 yang diikuti sebanyak 16 peserta dari berbagai perusahaan yang dilaksanakan di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, di Jakarta.


Haris menyatakan bahwa setelah ditanyatakan lulus, Master Trainer akan ditugasi untuk memberikan pelatihan kepada calon Pelatih Tempat Kerja (PTK) yang kedepannya akan mengembangkan program pelatihan di industri dan memberi pendampingan peserta pelatihan di industri.

Baca Juga  Rupiah Diprediksi Kembali Menguat Pasca Hubungan AS-China Membaik


Akhirnya para peserta yang sudah dibekali kemampuan pedagogik atau kemapuan pemahaman industri dapat kompeten dalam bidangnya dan langsung bisa diserap oleh pasar kerja.


“Master Trainer ini memiliki tugas mencetak instruktur-instruktur baru di industri dalam upaya mengembangkan ekosistem pendidikan vokasi. Diharapkan permasalahan yang terkait dengan pendidikan vokasi di Indonesia akan dapat kita pecahkan,”tutupnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here