Emiten Dituntut Harus Terapkan Pedoman Standar Akuntansi Yang Lebih Baru Lagi

0
Ilustrasi emiten TLKM

KabarUang.com, Jakarta – Seluruh perusahaan yang juga telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia atau yang disingkat dengan BEI, harus segera bersiap untuk mulai menerapkan standar akuntansi baru pada tanggal 1 Januari 2020.

Untuk itu, kalangan emiten juga diharapkan sudah mulai melakukan mitigasi risiko terhadap suatu potensi masalah yang nantinya akan ditimbulkan pada selama proses penyesuaian.

Standar akuntansi yang baru ini juga diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dengan mengadopsi International Financial Reporting Standards (IFRS) yakni di 9, 15 dan juga di 16 yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Board ata yang disingkat dengan IASB.

Baca Juga  Bawaslu Rekomendasikan Pemilu Ulang, Kemenkeu: Tidak Ada Anggaran Tambahan untuk Pemilu Ulang

Di pasar global, IFRS yang baru ini sudah mulai diterapkan, masing-masing yakni dimulai pada tanggal 1 Januari 2018 untuk IFRS 15 dan juga 9, serta pada tanggal 1 Januari 2019 untuk IFRS 16. Di Indonesia, DSAK juga membolehkan emiten yang ingin lebih dulu menerapkapnya.

Emiten Indonesia yang tercatat di dua bursa, seperti di saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang tercatat di BEI dan juga yang tercatat di New York Stock Exchange misalnya, sudah mulai menerapkan standar baru ini.

Baca Juga  Lima Tips Atur Gaji Bulanan Ala Kevin Hendrawan

“Kami mulai belajar, jangan pada takut auditor dan konsultan juga belajar,” kata Chief Financial Officer (CFO) Telkom Harry Mozarta Zen saat menghadiri diskusi bertajuk “Menuju Pedoman Standar Akuntansi Keuangan Baru 71, 72, dan 73” di Jakarta kemarin seperti dikutip dari Okezone com.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here