Sudah Yakin Terjun ke Bisnis Fashion ? Simak Tips dari Ahlinya!

0
Ilustrasi via Jitunews com


KabarUang.com, Jakarta – Kini dunia fashion menjadi suatu kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan dari masyarakat. Maka dari itu, bisnis fashion memiliki andil yang besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Melihat potensi yang besar itu, banyak masyarakat yang kini terjun ke dunia bisnis fashion. Namun, sebelum hal itu dilakukan, seorang Co Founder Linean, perusahaan fashion yang ramah lingkungan, juga seorang yang ahli dalam bisnis fashion, Malinda Amalia membagikan tipsnya.
Dia mengatakan tips pertama yang harus dilakukan sebelum menggeluti dunia fashion ialah paham dengan model bisnis. Hal ini bisa dilakukan dengan bekerja pada perusahaan orang lain terlebih dahulu. Misalnya anda bisa bekerja di sebuah butik, dan sebagainya.
“Kalau menurut aku walaupun kalian nggak tau business model itu seperti apa tapi coba kalian bekerja dulu dengan orang gitu, dari sana kalian bisa mempelajari bagaimana seorang pemimpin perusahaan memperlakukan pegawainya, bagaimana caranya mendirikan kantor sendiri,”ujarnya saat ditemui di acara Indonesia Future Fest 2019, FX Sudirman pada Minggu (31/3) dilansir dari detikfinance.com.
Bahkan Melinda mengatakan jangan ragu untuk bekerja pada perusahaan bisnis fashion yang masih dalam tahap merintis, karena dari sanalah banyak pengalaman serta pelajaran yang bisa didapat.
“Nah kalau perusahaan kecil itu kan visi misi mimpinya besar, lagi menggebu-gebu. Tapi kalau kita bekerja di perusahaan besar pastinya kita Cuma ikuti regulasi yang atas, kan kita nggak bisa terllau involve, ketikan kita kerja di start up (kecil) itu banyak banget pengalaman yang bakalan di dapet,”tambahnya.
“Jadi kalau menurut aku nggak ada salahnya kerja dulu sama orang pelari bisnis model dari segi FnB, Fashion atau apapun. Kalau ada yang cocok baru kita trial and error gitu ibaratnya,”jelasnya.
Langkah kedua, setelah memahami model bisnis seperti apa, kita baru bisa membuka usaha. Hal pertama yang perlu diperhatikan ialah pebisnis harus melek dengan kebutuhan pasar sebelum memulai untuk produksi barang.
Baginya, prosuksi pertama jangan terlalu banyak kuantitasnya. Hal itu dilakkan agar produksi bisa berjalan dengan fleksibel tanpa menunggu produk yang pertama habis.
“Di awal itu kuantitasnya nggak usah terlalu banyak dulu agar fleksibel dan mudah move on ke hal lain. Gitu makanya Linean terus jalan kita evaluasi terus dan kulik lagi (setiap melakukan produksi),”jelasnya.
Dia juga mengungkapkan pada awalnya produksi barangnya saat memulai usaha Linean dibuat hanya seidkit, hal ini dilakukan ketika produk pada Linenan sedikit peminatnya, pebisnis harus punya rencana untuk memproduksi barang kedua.
“Aku bilang mulai dari Linean buka kita cuma punya barang sekidit, sekitar 100 quantity. Tapi masing-masing sekitar 8 model, lalu kita jual nih beberapa nggak laku kan, tapi yang laku kita jual, kita repeating buat lagi, produksi lagi,”jelasnya.
Setelah itu dia menyarankan agar pebisnis melakukan evaluasi terhadap produknya. Terakhir, ialah ketika merintis usaha, kita tidak boleh ada kata segan untuk terjun langsung ke lapangan. Mulai dari beli bahan sendiri, mengukur, bahkan hingga menjahit. Sebagai seorang pebisnis kita harus tahu semua hal.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Tahun Ini Industri Keramik Diprediksi Naik dan Tumbuh 8 %

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here